
bermain logika.
dalam pendiangan negara merdeka.
aku memiliki seribu kata.
tapi tentu saja tak bermakna.
berbeda dengan para penguasa.
yang bebas tertawa.
tanpa menyalami aku yang nelangsa.
aku hidup dan bersabda.
dunia ini hanya sementara.
tapi aku tak ingin anak-anakku berduka.
karena ayahnya seorang peminta.
Tuhan biarkan aku terluka.
tapi kumohon jangan mereka.
aku tak bercita.
bahkan dalam naungan kota.
tapi aku ingin meminta.
pertahankan nafasku hingga anak-anakku tersenyum ceria.
keinget si bapak peminta. hmm, mimiknya itu.. subhanallah sabar kayaknya beliau. sok tau emang, tapi keliatan dari sudut senyumnya yang tertarik keatas. miris ya Allah. hmm, mungkin tulisan ini bisa menyuarakan isi hatimu Pak. semangat Paaaak..... Allah Maha Adil dan Bijaksana. saya ga tau Bapak punya anak apa ngga, pasti punya kali yah, tapi saya doain yang terbaiklah pokoknya mah untuk mereka amiinn ya Allah. untuk Bapak dan keluarga juga, okee. meskipun Bapak ga punya facebook jadi ga bisa baca tulisan ini *agak lucu ya kalo punya juga*, tapi doa kan selalu tersambung melalui Tuhan Pak, hehehe. semangat terus Pak!! :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar