Aku memang merindumu
Tak peduli sakit dan perih itu
Kuanggap cara tuhan mengajariku
Bagaimana caranya menjadi kuat
Aku memang merindumu
Tapi aku tak ingin menangis
Karena tak mampu kuhentikan saat air mata mulai keluar
Maka lebih baik tak memulainya
Aku memang merindumu
Bahkan aku ingin bersyukur
Dalam setiap ingatan tentang tawa dan ekspresi malu saat kau menatapku
Subhanallah indah
Aku memang merindumu
Bukan karena kau sudah terlampau jauh
Tapi karena disini
Aku masih mencintaimu
Kini aku mengerti cinta yang sesungguhnya.
Hampa memang, tapi aku belajar.
Menerima dan tetap bersyukur.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar