ketika roman itu mengepungku.
ia membabi buta dan meluluhlantahkan.
tapi aku membelanya.
aku berkata, "hentikan ini karena dia kesakitan."
dan aku tak menyesal meski garam mengoleskan dirinya dilukaku.
kawanan ular mendesiskan pemberontakan.
lakukan dan buat dirimu tertawa diatas penyesalannya.
aku tak berpaling.
hanya ingin mendengarkan sang langit.
karena disanalah.
aku menyerahkan nafas dan imajiku.
karena dari sanalah.
aku mengetahui keindahan yang lebih tinggi akan diturunkan.
jauh lebih mudah menyerah.
tapi akan jauh lebih menyenangkan mengenang bahwa kerikil tajam itu menumpul bukan karena kekalahan.
maka lakukanlah.
kehendakmu hidupmu.
aku lebih suka menatap langit.
karena disanalah.
aku menyerahkan nafas dan imajiku.
karena dari sanalah.
aku mengetahui keindahan yang lebih tinggi akan diturunkan.
ia membabi buta dan meluluhlantahkan.
tapi aku membelanya.
aku berkata, "hentikan ini karena dia kesakitan."
dan aku tak menyesal meski garam mengoleskan dirinya dilukaku.
kawanan ular mendesiskan pemberontakan.
lakukan dan buat dirimu tertawa diatas penyesalannya.
aku tak berpaling.
hanya ingin mendengarkan sang langit.
karena disanalah.
aku menyerahkan nafas dan imajiku.
karena dari sanalah.
aku mengetahui keindahan yang lebih tinggi akan diturunkan.
jauh lebih mudah menyerah.
tapi akan jauh lebih menyenangkan mengenang bahwa kerikil tajam itu menumpul bukan karena kekalahan.
maka lakukanlah.
kehendakmu hidupmu.
aku lebih suka menatap langit.
karena disanalah.
aku menyerahkan nafas dan imajiku.
karena dari sanalah.
aku mengetahui keindahan yang lebih tinggi akan diturunkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar