Tak ada utuh sempurna yang mampu dicapai.
Sang Zatlah pemegang satu-satunya.
Tapi bodoh jika menua tanpa mengusahakannya.
Setidaknya mencoba.
Tak semudah menginjak ranting.
Tak senyaman mengulum permen karet.
Perlu skala waktu yang bertajuk proses.
Tapi kebanyakan kita lebih suka menginjak ranting.
Dan kebanyakan kita lebih senang mengulum permen karet.
Hanya karena hal itu tak menyulitkan.
Dan diantara mereka.
Tercabutlah kemampuan hidup yang langka.
Keindahan hidup terukur.
Bukan tentang apa yang mereka miliki.
Tapi bagaimana memilikinya.
* untuk masyarakat dunia, jika menyerah, habislah dirimu.
Semangat selalu :D
sebenernya bikinnya kemarin siang pas lagi sekonyong-konyong iseng, cuma gw nulis dinote fb aja abis lagi pake henpon :D
Sang Zatlah pemegang satu-satunya.
Tapi bodoh jika menua tanpa mengusahakannya.
Setidaknya mencoba.
Tak semudah menginjak ranting.
Tak senyaman mengulum permen karet.
Perlu skala waktu yang bertajuk proses.
Tapi kebanyakan kita lebih suka menginjak ranting.
Dan kebanyakan kita lebih senang mengulum permen karet.
Hanya karena hal itu tak menyulitkan.
Dan diantara mereka.
Tercabutlah kemampuan hidup yang langka.
Keindahan hidup terukur.
Bukan tentang apa yang mereka miliki.
Tapi bagaimana memilikinya.
sebenernya bikinnya kemarin siang pas lagi sekonyong-konyong iseng, cuma gw nulis dinote fb aja abis lagi pake henpon :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar