Apapun yang terpikir susah. Meski telah berulang kali lelah. Dalam hati meringkih payah. Tapi tetaplah, baik buruk mesti terpisah.
Begitu hidup. Sekali redup, di lain waktu bahagia menyusup. Tapi tetaplah, janji Allah menyatakan bahwa kita akan selalu sanggup.
Sanggup tersenyum, meski di antara runcingnya jarum-jarum.
Sanggup tersenyum, dalam dzikir yang kan hangatkan lapis kulit hingga ke dalam tulang sumsum.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar