About Me

Foto saya
Kota Kata, Alam Bawah Sadar, Indonesia
Beyond ur imagination.

Sang Penari Mimpi

Hidup itu penuh seni.
Tidak melulu lurus.
Tidak melulu berlari.
Sejenaklah berhenti.
Kemudian, berjalan lagi.

Seni itu proses.
Begitu merumit.
Begitu sulit terpahami.
Namun indahnya, akan kau syukuri di akhir nanti.

Tuhan berkuasa atas segala.
Lupakan ragu, hilangkan sendu, sematkan syahdu.
Setiap yang kau kira racun, pada akhirnya menjadi madu.

Lemah kuatnya hati membawamu menari.
Tersenyumlah.
Cara terbaik, menuai mimpi bagi setiap hari.




Kota Kata, 30 November 2012.
Tertanda,



Jessica Sundayany.

Followers

Sabtu, 31 Januari 2015

Telah Lebih Memilih Bersabar


Jangan. Jangan menilai orang lain begitu saja.

Tak ada yang mampu tahu telah seberapa dekat seorang manusia dengan Tuhannya.

Tak ada yang tahu kapan kita terbangun di kala yang lain lelap. Menangis dalam taubatan nasuha. Melirih di tiap bacaan shalat. Bershalawat dalam tunduk kepada kecintaan. Menggali ilmu melalui bacaan-bacaan peninggi akhlak. Menutup malam dengan lantun ayat suci Al-Quran. Meminta doa-doa yang disambung melalui kedekatan kepada Illahi Rabb.

Tak ada yang tahu kapan kita telah meninggalkan yang bukan halalnya. Berserah agar menjadi manfaat di setiap lakunya. Berucap meminta dilindungi dari segala ego manusia. Mencintai Tuhan, lebih deras dari bentuk cinta teruntuk dunia.

Tak ada yang tahu seberapa jauh kita telah lebih memilih bersabar.

Tak ada yang tahu, kecuali pribadi diri. Karena setelahnya, tenang jiwa atas cobaan apapun akan selalu menjadi hadiah Tuhan. Dan kembali bersabar, menanti waktu yang ditetapkan.

Segala yang baik akan berakhir baik, saudara-saudaraku. Mari percaya bersamaku.

Berdiam di Tepian



Apa yang bisa kau katakan menatapnya?
Seperti saya, sore itu.
Menepikan kendaraan, berdiam di tepian.
Lalu lalang memperhatikan, tapi seperti seorang pecinta mencinta kekasihnya, saya tak memedulikan mereka.
Takjub menyelaraskan mata, saya terpesona.
Mengalir beberapa bulir dari pelupuk. IndahNya mengharu jiwa.
Betapa kecil kita, di bawah elokNya~

Beberapa potret saya abadikan, sisanya, kurang lebih 60 menit saya memanja hati dalam tenang.
Menghirup hidup lebih dalam.

Masih seorang diri di tepian, di antara lalu lalang.
Titik-titik air yang langit teteskan memaksa saya segera pulang.
Lagipula, sang raja mulai mengantuk dan terbenam.
Adzan maghrib pun berkumandang.

Apa yang bisa kau katakan menatapnya?
Tidak ada, selain haru yang menghangatkan sudut-sudut hati.

Melembutkan Air dalam Cahaya


Melembutkan air, membuatnya seperti aliran dari surga.
Hingga silau ia akan banyaknya cahaya.
Aku sampai ingin mencipta bidadari surga, yang berdiri di tepiannya.

Aku Selalu Jatuh Cinta


Aku selalu jatuh cinta, kepada bagaimana mereka melaju bola dengan kaki pun kepala.
Aku selalu jatuh cinta, kepada semangat yang terbakar demi menjadikan nyata sebuah cita.
Aku selalu jatuh cinta, dan dalam doa, kupinta agar kaki-kaki telanjang mereka tak mencuatkan asa tentang mimpi menjadi pesepak bola ternama.

Putih Pucat


Karena doa lebih menggema dalam ingat, saat pejam.
Karena syukur lebih merasuk dalam senyum, saat pelupuk tertutup temaram.
Karena cinta lebih terpanggil dalam tenang, saat diam.

Rasakan, kehadiran yang tak mampu tertolak.
Rasakan, rindu yang disimpan dengan bijak.

Meski hingga putih pucat, aku menantimu untuk dapat berdua sampai waktu kita beristirahat.
Mencari selamat; dunia akhirat.

Suatu Ketika


Seperti cokelat yang kuletakkan di antara rerumputan kering, kutanggalkan pula rasa takut di pelosok puing.

Kupercaya apa yang belum terbuka, karena kebahagiaan itu merdeka. Hak kita. Dan berjuang adalah cara. Hingga nanti suatu ketika.

Ya, suatu ketika.

Negeri di Atas Awan



Bilakah nyata, tentang sebuah negeri di atas awan, inginnya aku ke sana. Melagu. Melukis haru biru tentang aku kamu. Melukis oranye di timur dan barat, pun memetik bintang ketika mereka semua sibuk terlelap.

Karya Izzy



Every child is an artist, the problem is staying an artist when you grow up –Pablo Picasso "Kalau teteh gurunya, teteh kasih 100 nih," I said to my lil bro.

Bukan, bukan untuk menyenangkan hati, tapi kreatifitas seperti ini perlu harga lebih tinggi.
Anak-anak, perlu cara lebih baik agar mimpi tak mudah mati.

Jumat, 30 Januari 2015

Jangan Terlalu Tinggi


Turun sini, jangan terlalu tinggi.
Nanti kau lupa seperti apa rasanya menjejak bumi.

Air di Ujung Syair




Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). -QS 16:65

Dan inilah air dimana harusnya kita bersuka, namun di sisi lain dilimpahi keluh.
Dimana kita harusnya disisipkan syukur tiada tara, namun di sisi lain merajuk karena hati tak terbasuh.

Selayang Pandang



Looking at beauty in the world, is the first step of purifying the mind. -Amit Ray

Karena begitulah, alam ibarat dewa dewi bangsa yunani.
Cantik alami.
Menggelembungkan asri.
Teduhkan hati.

Karena begitulah, alam adalah citra bumi pertiwi.
Siapa yang mampu menoleh dari pepohonan yang tinggi?
Siapa yang mampu mengerjap menatap kebiruan penentram nurani?
Tidak ada sama sekali.
Karena begitulah, alam telah dan akan selalu mengilhami.

Cerita Potret Boneka




Sana-sini tata area. Sudah ready, tangan kanan pegang kamera, tangan kiri main boneka. Diimbangi suara melucu riuh bicara. Mengharap si kecil melebarkan tawa. Bisa juga.

Memotret bayi tanpa asisten, meneteskan peluh dengan konsisten.

Tapi namanya suka, habis waktu dalam ceria. Hasilnya pun setara. Suka suka suka.

Jadi begitulah kali ini saya bercerita.

Simpan Saja di Sana



Simpan saja di sana. Kita punya waktu berdua. Bukan untuk sementara, tapi selamanya.

Simpan saja di sana. Rasa yang masih kau punya. Rindu yang kau pegang teguh setia. Seakan sesak kini tak terasa lagi bagai derita.

Simpan saja di sana. Jaga sebaik-baiknya. Hingga masa kita tiba.

Bukan untuk sementara, tapi selamanya.

Kamis, 08 Januari 2015

Refleksi



Cantiknya merefleksi. Teguh tegap berdiri, meski sendiri. Banyak mata mengagumi dari sini. Tapi yang ia tahu, tugasnya hanya menyinari. Berharap hangat menghinggapi para hati.

Matahari. Andai ketika waktu mengambilmu nanti, semoga kami telah siap diri.

Senin, 05 Januari 2015

Begitu Hidup



Apapun yang terpikir susah. Meski telah berulang kali lelah. Dalam hati meringkih payah. Tapi tetaplah, baik buruk mesti terpisah.

Begitu hidup. Sekali redup, di lain waktu bahagia menyusup. Tapi tetaplah, janji Allah menyatakan bahwa kita akan selalu sanggup.

Sanggup tersenyum, meski di antara runcingnya jarum-jarum.
Sanggup tersenyum, dalam dzikir yang kan hangatkan lapis kulit hingga ke dalam tulang sumsum.

Those Kids!


They are much beautiful as they were.
Children.
We wont able to imagine how this world will exist without their smile.
We wont able to see what the world looks like without their cheerfulness.

Titik Anak Hujan


Ada titik yang jatuh dari langit. Aku bertanya, adakah rasa sakit?

Ada percik menghantam datarnya air. Aku bertanya, akan kemana selanjutnya ia mengalir?

Tibanya setitik anak hujan, perlahan, tanpa pesan.

Di Sebelahmu



Jangan, jangan malu. Rasakan dalam-dalam saat kamu rindu. Hirup pesona itu, agar mengisi tiap inci sudut paru-paru. Kecup bayangku, genggam perlahan memasuki alam bawah sadarmu.

Tidak, tak perlu malu. Karena hati adalah liku. Jika lintas dunia tak membiarkanku berlalu, maka biarlah seperti itu. Karena bahwasanya, aku selalu menjadi yang paling dekat di sebelahmu. Karena bahwasanya, kita hanya berjarak di antara waktu.

Lalu Aku Teringat Kamu, Sayang



Kerlip itu bukan kunang-kunang. Cuma lampu-lampu bersinar terang. Meski bukan siang, cahayanya membuat malam benderang. Lalu aku teringat kamu, sayang.

Sudah berapa malam kita tak di sana. Bercanda bersuka-suka. Berbuih aura ceria. Menyenandungkan irama-irama.

Sudah berapa malam kamu di negeri orang. Tak ingatkah engkau jalan pulang?

Lalu aku teringat kamu, sayang.

Sabtu, 03 Januari 2015

Keluarga Kecil



Senyam-senyum sendiri inget tadi siang. Gue membayangkan keluarga kecil gue di masa depan. Gegaranya, seperti biasa lantai atas jadi basecamp temen-temen si Kaka Tyar. Terus pertama dateng, gue lagi di sofa tengah megang hp mau nelf mamah, karena mau pergi sama Bi Entin. Terus mereka salim sama gue. Mereka selalu salim. Anak-anak baik. Temen SMA sekaligus temen pesantren. Saat ini mereka selalu ngaji bareng di guru yang sama. But note to self, engga ada yang salimnya kayak si Kaka dan Izzy. Perlahan. Meski kadang Izzy sih suka asal salim, cuma selebihnya ya kayak si Kaka. Dan hatiku tak pernah luput mendoakan mereka agar selamanya menjadi anak-anak berhati lapang. Dan ohya, kalau sama uminya, si Kaka meski sudah SMA selalu saling cium pipi kanan kiri, dahi, bibir. Jadi teringat, gue juga selalu gitu sama mamah, dulu. Mungkin sampai kuliah, sekarang sudah jarang, kadang-kadang aja. Dan gue jadi pingin membiasakan lagi. :")

Ehh, kemana-mana kan. Kannn. Kannnnn. Hahaha. Ya terus temen-temennya si Kaka naik ke atas. Gue masuk kamar mau siap-siap. Engga lama turun lagi karena mereka mau pergi bareng. Pas sampai tangga bawah masih becanda-becanda. Pas lewat kamar gue dan jalan ke arah sofa tengah, pada bilang gini, "Yah kecewa deh. Yah kecewa hahaha." Dan seperti itu berulang sambil ketawa bareng. Pada ngomong kecewa. Gue senyum aja dalem kamar, karena liat gue udah ga ada di sofa yaa, hahaha. Gue bayangin kalau bisa nikah muda, pasti gue masih muda, anak gue sudah besar gitu kan. Kayak gini bakalan ngadepin anak-anak muda. Gue bisa jadi orang tua sekaligus teman dekat mereka. Anak-anak gue pun teman-temannya. Pasti seru banget hihihi. Terus kalau kejadiannya kayak tadi, suami gue sok-sok cemberut liat istrinya diidolain temen-temen anaknya. Terus gue ngerayu deh supaya engga cemberut. Terus becanda deh. Ihhh, romantislah pokoknya mah hahahaha.

Dan gue meski males banget awalnya pergi, tapi karena engga enak sama bibi sudah janji, berangkat juga. Sakit peruttt banget karena hari pertama dapet. Tapi engga begitu gue rasa lah, sugestiin aja, ga terlalu berasa alhamdulillahnya hehe. Apalagi pas mulai belanja, lupaaaaa sama sakit dan ngantuk berat. :p

Segitu cerita hari ini. Ahaha tumben bener yah mulai inget lagi untuk cerita sama Be Awesome. Lagi ada waktu aja ni sebelum bobok. *sok sibuk :p

Dan manusia punya rencana, tetap Allah yang tentukan. Selalu ceria. Tetep positif. Berpikir bertindak terbaik yuk. InsyaAllah selalu bahagia. Seperti apapun. Bagaimanapun. :)