Melepas rindu, seorang anak menarik sebuah baju dari lipatan terbawah sudut lemari kayu. Berbaring dalam iringan lagu, memeluk baju peninggalan ayahnya dahulu. Sebuah ruang hampa menjadi hantu. Bayangan-bayangan lemah berkelibat satu per satu. Menenggelamkan bisu.
Sang anak yang tak biasa menangis, mulai tersedu. Pejam matanya menikmati bau dari ingatan masa lalu. Kata orang dewasa, ada keindahan dalam rindu. Tapi kini, melemahkan hatinya yang sekuat batu.
Anak kecil yang malang. Bukannya membuka mata, ia meringkuk lebih dalam dan menghilang. Membiarkan jiwa melayang. Kepada sosok ayah tercinta yang entah kapan akan pulang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar