Pelukis dapat menggores elok panorama. Penulis menguntai buih rupawan melalui kata. Pemusik mendentingkan alun irama. Talenta-talenta.
Sepertinya, tak ada dua saat mereka berkarya. Mempesona. Menggerak jiwa.
Akan tetapi, ketika Tuhan menampakkan diri, kalah sudah tak terbantah lagi. Indah tanganNya sudah harga mati. Tak tertandingi. Setinggi apapun bakat alami, karyaNya selalu menduduki peringkat tertinggi. Teduhkan hati, mendalam mencintai.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar