Entah bagaimana aku menemukan kembali rinduku, kepadamu deretan syahdu. Telah lama kita tak bertemu, dan alasanku kerap waktu. Padahal engkau hidupku. Kepadamu, aku dapat menuangkan cairan-cairan dalam kepalaku.
Wahai baris kata, kini kita jumpa. Rinduku melata. Engkau, bagaimana? Ah, jangan bermuram durja. Aku tak pernah meninggalkanmu terlalu lama. Meski tak kugerakkan pena, hatiku senantiasa berkata-kata.
Sini, lihat, aku punya cara baru. Kurasa, kita akan sering bertemu. Aku pasangkan engkau kepada mahakarya Tuhan; potret-potret tertentu. Mungkin kita bisa bekerja lebih seru. Bagaimanapun, optimis aku. Dirimu dan potret-potret itu; entah seberapa banyak, semoga dapat mencerahkan pikir-pikir yang mulai mengkristal dan membatu. Hingga keluar dari buntu.
Dan ini kuperkenalkan satu. Potret mentari yang bersinar malu-malu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar