Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, karena mereka kelak akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu. –Umar bin Khattab
Aku masih dicukupkan menjadi seorang kakak. Tak terlalu berat beban pundak. Menjadi teman sepermainan, pun ibu kw dua sebagai pengarah, penunjuk apa yang tepat bagi jalur hidupnya kelak. Hanya saja, mesti tahu diri meletakkan kata ya dan tidak. Karena kendali emosi mereka masih jauh dari sempurna; begitulah anak-anak.
Tapi bagaimana rasanya menjadi sebenarnya ibu? Panut kalbu. Akankah melemahkan bahu? Ah, belum sampai waktu. Baiknya kuselipkan tanyaku meski imajinasi menggebu.
Aku hanya terlalu suka. Sungguh amat suka. Kepada wajah-wajah yang masih sangat berjarak dengan dosa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar