Aku bukan ningrat, hanya wanita berdarah sunda biasa, namun dengan bekal cita-cita melaju hingga Eropa, dan berakhir pada lapangnya surga.
Telah kuicip rupa dunia.
Telah kuhabiskan usia kemarin dengan memahami segala.
Maka, bagi kamu lelakiku nanti, bagaimana caramu menelan waktu usia?
Mendongenglah untukku.
Dan aku pun akan membagi segala yang telah kutatap kepadamu.
Sudah saatnya kita berdua.
Telah waktunya kita membuka.
Maka, bagi kamu lelakiku nanti, bagaimana caramu menerobos waktu dan menghampiriku?
Mendongenglah untukku.
Dan aku akan membagi segala yang telah kutatap kepadamu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar