About Me

Foto saya
Kota Kata, Alam Bawah Sadar, Indonesia
Beyond ur imagination.

Sang Penari Mimpi

Hidup itu penuh seni.
Tidak melulu lurus.
Tidak melulu berlari.
Sejenaklah berhenti.
Kemudian, berjalan lagi.

Seni itu proses.
Begitu merumit.
Begitu sulit terpahami.
Namun indahnya, akan kau syukuri di akhir nanti.

Tuhan berkuasa atas segala.
Lupakan ragu, hilangkan sendu, sematkan syahdu.
Setiap yang kau kira racun, pada akhirnya menjadi madu.

Lemah kuatnya hati membawamu menari.
Tersenyumlah.
Cara terbaik, menuai mimpi bagi setiap hari.




Kota Kata, 30 November 2012.
Tertanda,



Jessica Sundayany.

Followers

Kamis, 03 Oktober 2013

Lucid Dreaming


Semalem nonton lagi Inception. Eventhough it’s been many times to watch, I was never bored. Sebuah cerita tentang bagaimana meracik mimpi. Membuatnya sesuai keinginan, memahami apakah yang dialami mimpi atau nyata, bahkan lebih jauh lagi, mencuri sebuah ide (extraction), pun kebalikannya, menanamkan sebuah ide (inception). How cool.

Bukan bermaksud bahas filmnya, tapi gue mencoba mengaitkan pengetahuan ini apakah bisa menjadi nyata atau hanya sekadar ada dalam sebuah film.

Sebagian dari ide tentang meracik mimpi ini, menurut gue jelas bisa terjadi di alam nyata. Kenapa seyakin itu? Karena gue pernah mengalami. Sebelum cerita lebih jauh, harus paham dulu beberapa konsep. Ada yang namanya lucid dreaming, dimana ketika seseorang bermimpi, dia akan menyadari bahwa itu bukan alam nyata, melainkan sebuah mimpi. Nah, lucid dreaming ini dimulai dengan adanya dream realization, sebuah titik dimana seseorang akan mulai sadar bahwa ia sedang bermimpi. Kalau sudah seperti itu, mudah untuk bermimpi secara sadar, bahkan lebih jauhnya mengatur mimpinya sesuai keinginan (dream controlling), pun mencipta berbagai imajinasi yang mustahil terjadi di alam nyata. Awesome, right?

Contohnya kita kaitkan dengan film Inception, dimana Saito mengalami dream realization ketika terjatuh dan menyentuh karpet apartemennya, dia menyadari bahannya berbeda, sehingga dia tau dia sedang berada di alam mimpi, yang membuat misi Cobb gagal, padahal mimpinya sudah dibuat bertingkat. Ada lagi ketika Ariadne, seorang mahasiswi arsitektur yang berbakat, cerdas, dan memiliki imajinasi yang tinggi, menyadari dia sedang bermimpi saat bangunan-bangunan di sekitar dimana dia dan Cobb sedang duduk, seketika hancur. Dia langsung bisa melakukan dream controlling dengan mengubah dan membuat berbagai macam keajaiban yang dia tau tidak mungkin terjadi di alam nyata.

Tapi gue juga pernah baca, ada juga yang namanya subconsciousness (alam bawah sadar), yang membuat mimpi berjalan begitu saja tanpa dapat dikontrol. Terkadang, hal ini bisa juga terjadi dalam lucid dreaming. Seperti kehadiran Mal yang selalu ada dalam mimpi Cobb, karena perasaannya yang tidak bisa dilepaskan dari istrinya yang sudah meninggal itu.

Bagian yang tidak kalah menarik dalam bahasan kali ini adalah totem, yaitu sebuah benda yang digunakan untuk mengetahui apakah yang dialami nyata atau tidak. Wajarnya, sebuah mimpi akan selalu diselipkan keanehan-keanehan, baik dari design tempat, waktu, benda-benda sekitar, prosesnya, dan sebagainya. Katanya sih, dengan memiliki totem akan melatih kemampuan kita agar terbiasa dengan lucid dreaming. Contohnya adalah gasing milik Cobb yang jika diputar, akan terus berputar tanpa henti jika dia sedang berada di alam mimpi dan akan berhenti jika dia berada di alam nyata. Logikanya sih, ketika totem yang kita miliki terus-terusan kita gunakan, memori otak kita akan sangat terbiasa dengan benda itu dan otomatis terbawa dalam mimpi. Tapi gue belum pernah nyoba untuk bikin sebuah totem. Pengin tau sih bener engganya kegunaan si totem, nanti deh kalo sudah minat banget untuk belajar lucid dreaming :D

Tapi selain dengan totem, lucid dreaming juga bisa dilatih dengan mengingat atau bahkan menuliskan mimpi kita setiap habis bermimpi. Kita bisa memahami karakteristik mimpi kita. Katanya juga, hal-hal ini bisa dialami seseorang karena memang sudah bakat, tapi bisa juga karena dipelajari.

Beberapa informasi di atas gue dapet dari sepupu gue ketika gue tanya soal film Inception. Soalnya sebelum ada film itu, gue pernah ngalamin dan bukan sekali dua kali. Yah, ga persis dan ga segila film itu sih, meski ceritanya entah kenapa banyak yang gue pikir luar biasa.

Mimpi-mimpi gue lebih banyak tentang petualangan seru dengan keanehan yang kompleks dan cerita yang menyangkut perasaan, kaya misal pacar, keluarga, gitu-gitu deh.

Dan selalu sama, di setiap petualangan gue selalu jadi jagoan hahaha. Banyak mikir kalo sudah mimpi begitu. Tentang sebab-akibat permasalahan, siasat untuk ngalahin musuh dan nolong orang-orang, tapi lucunya selalu ada hal aneh yang ketika gue sudah bangun, gue nginget-nginget mimpinya, gue baru sadar ada yang lucu. Dulu gue seringnya cerita kalo habis mimpi hehe. Ga bermaksud ngelatih lucid dreaming, bahkan belum tau kalo ada lucid dreaming. Seneng aja nyeritainnya, kadang kalo lagi mau, gue tulis juga. Beberapa kayaknya ada di blog ini. Tentang Tsunami dan tiba-tiba ada Agnez Monica segala, kalo gue baca lagi selalu ketawa jadinya :D Tapi merinding disko juga karena ga lama dari itu Tsunami beneran terjadi :I Terus mimpi serangan-serangan dimana gue harus nyelametin keluarga, temen-temen, sampe orang-orang yang engga gue kenal. Gue bisa jadi apa aja kalo sudah mimpi petualangan, bisa terbang, bisa lari 1000 km tanpa ngos-ngosan, tapi perasaan semalem doang mimpinya, malah kadang cuma lima menit pas lagi ketiduran sebentar, bisa jadi berhari-hari di mimpi. Gue suka males kalo lagi seru mimpinya, terus bangun. Kalo lagi banyak waktu, gue bisa tidur lagi dan berapa kalipun gue kebangun, gue selalu bisa buat mimpi itu terus berlanjut sampe bener-bener bangun. Tapi kalo lagi engga pas timingnya, kayak misal sudah adzan maghrib, atau pas tidur malem bangunnya sudah waktunya mandi siap-siap kerja, kan ga bisa dilanjut. Tapi yang seru, gue pernah lagi putus waktu itu sama pacar, eh mimpi dia gitu, dan entah apa yang bikin gue nyampe titik dream realization, gue sadar itu lagi mimpi, gue atur mimpinya, supaya bisa deket, bisa ngobrol, ketawa bareng gitu haha, terus bangun, terus gue belum puas, gue ga mau bangun, gue lanjut tidur, lanjutin mimpi, sampe akhirnya bangun beneran dengan kangen yang terobati, saat itu :D (Eaa eaa e e. Ehh, itu ela ela e e. Krik.)

Teruuus. Kalo soal mimpi tentang perasaan, yaa engga jauh-jauh dari hal romantislah kalo sama pacar hihi, berantemnya juga ada. Terus kalo sama keluarga, seringnya mimpi bareng mama, jalan-jalan ke tempat-tempat semacem surga. Aseli. Indah banget. Pernah dulu mimpi jalan ke negeri raksasa kayaknya sih, semuanya serba besar, ilalang, bunga-bunga, rerumputan, tapi indahnyo luar biaso. Terus di pinggir jalan ngeliat sebrang ada tebing-tebing tinggi gitu dengan segala perpaduan warna. Terus pernah juga, kali ini sendiri, gue mimpi di kamar gue, tepat di langit-langit kamar gue tiba-tiba jadi langit beneran. Banyak awan-awan jalan dan latarnya biru laut, damai banget liatnya. Gue kena dream realization lagi. “Kayak gue tau ini tempat. Itu bukannya langit-langit kamar gue?”, pikir gue saat itu. Soalnya ada batasnya itu lengit. Kotak seukuran kamar gue, sedangkan garis sambung yang vertikal ke bawahnya cat dinding kamar gue. Gue langsung sadar lagi mimpi. Dan saat itu gue sudah harus bangun tapi enggan, lagi damai banget pemandangannya. Gue atur awannya supaya lebih banyak, entah gimana caranya, tercipta gitu aja di mimpi, tapi lagi nikmat-nikmatnya, muncul wajah orang, err hantu gitu sih tapi sekilas, yang engga tau kenapa bisa ada di situ. Gue agak kesal, dengan terpaksa mengakhiri mimpi yang diganggu. Ohya, jarang banget sih malah sangat jarang gue mimpi sosok hantu gitu, karena mungkin gue orang yang tidak begitu mempedulikan keberadaan mereka.

Eh by the way, gue jadi inget kata-kata temen gue dulu. Apa yang kita sering mimpikan, itulah diri kita di alam nyata, meski dengan fantasi kalo di alam mimpi. Kalo penakut, di mimpinya dia juga akan menjadi penakut, dsb. Mungkin karena gue ga peduli soal hantu, gue jarang mimpi begituan. Kalopun muncul bukan takut, tapi yang ada kesel, bawaannya pengin nyemburin dia pake ayat kursi aja biar pergi (entah ngaruh apa engga, tapi ampuh sih :D). Bisa jadi, karakter diri kita akan tetap sama di alam mimpi. Namanya juga berasal dari pikiran kita sendiri dan alam bawah sadar ya kan. Pendapat gue aja sih hehe.

Gue udah lama juga ga cerita soal mimpi apalagi sampe nulis, padahal banyak yang seru. Karena ga gue ceritain dan ga gue tulis, gue jadi lupa huhu. Soalnya kebanyakan mimpi yang pernah gue ceritain dan gue tulis, sampe sekarang masih gue inget lho meski ga detail banget. Jadi kalo mau inget atau sampai niat untuk ngelatih lucid dreaming, bisa dicoba cara-cara seperti yang sudah dijabarin.
 

Etapi  agak kurang paham juga sih yah apakah berbagi mimpi dengan banyak orang di mimpi yang sama bisa terjadi atau engga, kayak di film Inception. Tapi yang jelas kalo untuk menjalani hidup di alam mimpi seperti Cobb dan Mal lakukan, itu jelas engga mungkin. Kalo bisa, dunia nyata bakal sepi, pada ngungsi ke dunia mimpi semua, termasuk gue hahaha.

Seru banget. Dunia mimpi adalah dunia dimana segala hal bisa terjadi begitu saja, tanpa proses yang panjang, dan ada banyak imajinasi yang menjadi nyata, sehingga keindahan mudah dicipta, dirasakan. Tapi seindah apapun, mimpi tetap kosong tanpa terbangun dan mencipta keindahan itu sendiri menjadi benar nyata. Meski dengan proses, kesenangannya akan tetap sama ketika waktunya telah datang. Di kedua alam itu, toh tetap digambarkan harus selalu ada usaha.
 


Kesenangan dalam mimpi itu seribu kebahagiaan. Tapi kesenangan di alam nyata setelah prosesnya itu, seribu dikali satu juta kebahagiaan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar