About Me

Foto saya
Kota Kata, Alam Bawah Sadar, Indonesia
Beyond ur imagination.

Sang Penari Mimpi

Hidup itu penuh seni.
Tidak melulu lurus.
Tidak melulu berlari.
Sejenaklah berhenti.
Kemudian, berjalan lagi.

Seni itu proses.
Begitu merumit.
Begitu sulit terpahami.
Namun indahnya, akan kau syukuri di akhir nanti.

Tuhan berkuasa atas segala.
Lupakan ragu, hilangkan sendu, sematkan syahdu.
Setiap yang kau kira racun, pada akhirnya menjadi madu.

Lemah kuatnya hati membawamu menari.
Tersenyumlah.
Cara terbaik, menuai mimpi bagi setiap hari.




Kota Kata, 30 November 2012.
Tertanda,



Jessica Sundayany.

Followers

Selasa, 18 Desember 2012

Mungkin, memang harus berputar :)



Seperti berada dalam pusaran air. Aku terseret begitu saja, tanpa daya dan terbawa.

Artinya? Artinyaaaaaa, gue lagi bingung :(

Ga pernah kebayang, dapet kerjaan yang penuh dengan fasilitas kemudahan. Bulan lalu, iseng pernah berdoa supaya gue dapet kerjaan yang sesuai dunia kesenangan gue, deket, gaji gede, dan dikelilingi orang-orang baik. Tipe doa semena-mena, hihihi. Dan untuk sebagian doa itu, betul-betul Tuhan begitu cepat mengabulkan.

Gue cuma butuh 10 menit dan criiiing, sampe di kantor. Ga harus nyium macet dan polusi lama-lama. Seringnya kalo lagi ngantuk berat, jam makan siang gue pulang untuk tidur. Aseli ini mah haha mana ada yang begini. Lumayaaan, biar sebentar, jleb nikmat banget, itulah kunci mata segar ketika yang lain penuh kantung :p

Dan soal temen-temen kantor, buat gue, subhanallah deh baiknyaa. Entah karena paling muda sendiri atau apalah alasannya, tapi benar-benar berasa semua begitu perduli sama gue. Untuk yang satu ini, mungkin gue bisa berbagi sedikit tips yah, karena siapa sih yang ga mau ngerasa nyaman pas lagi kerja ya kaaan, ya kaaaan, ya kaaaaaaaan, hehehe :D

Hmm, jangan pernah mencoba berbeda dari apa yang memang itulah diri lo. Yah, simpelnya just be yourself sih. Ribet yah hihi, maksudnya kan mau pakai kata yang berbeda supaya ga bosen denger istilah biasa :| Oke lanjut. Setiap kita kan pasti punya karakter, lo engga perlu berusaha menonjolkan, pun mengurangi. Karena dengan sendirinya, setiap orang dibekali kemampuan untuk menilai dan memahami *beda konteks dari judgment yah.

Kedua, jangan menjilat. Seriously, dari dulu gue begitu anti sama… mmm apa yah bahasa enaknya… sama… bisa dikatakan, orang yang penuh kepura-puraan *kok engga enak juga yah dibacanya, maaf ga nemu kata yang enak :| Biasa ajalaah. Bersikaplah apa adanya, karena yang namanya aura itu engga bisa dibohongi kok. Misal, kalo emang lo orangnya mudah bersosialisasi, enak diajak ngobrol, enak diajak kerja, apalagi enak dipandang hahaha becanda, yaaa itulah yang akan orang lain liat di diri lo. Dengan sendirinya tanpa desakkan, mereka akan merasa nyaman akan keberadaan lo. Pun misalnya kepribadian lo sebaliknya, ga perlu ditutupi, karena yang namanya keanehan gakkan besembunyi selamanya. Akan selalu ada si kalem, si karismatik, si cerewet, si ribet, si sholeha, si sombong, si cuek, si alay, si cerdas, si humoris, si kaku, si bijak, dan masih banyak si- si- yang lainnya. Toh memang kita kan harus menerima kalo manusia itu penuh dengan keunikkan. Manusia itu, penuh dengan perbedaan :)

Masih nyambung, sikap selanjutnya juga jangan coba untuk main belakang. Waaaah bukan selingkuh maksudnya main belakang di sini hihi. Contohnyaa, misal lo ngobrol sama si A dan doi ngomongin si B. Ga perlu sok-sok nambah-nambahin. Begitu juga sebaliknya. Memang banyaak orang begini, tapi sebisa mungkin yaa hindarin ajalah hehe. Gue pas hari pertama, kedua, dan ketiga bisa langsung paham, oh yang ini karakternya begini, yang itu begitu. Oh, yang ini ga suka sama si ini, yang itu ga suka sama si itu. Padahal bisa dibilang gue orang baru, tapi ketika ikut ngobrol, udah kayak sama temen lama, dan ga canggung ngebuka cerita-cerita di depan gue. Gue lebih suka ngangguk-ngangguk dan ber-oh ria untuk sekedar menghormati si penutur cerita, dan nge-keep cerita itu dalam hati aja *cinta kali ah dalam hati :p Yaa cukup tau sajalah, masalah benar tidaknya, urusan masing-masing pribadi. Ga usah suudzon kata Mamah Dedeh :D

Dan selanjutnya, laksanakan tugasmu sebaik-baiknya. Ga perlu dijelasin kaaan kalo yang ini :D Dan di sini yang kadang buat gue galau *mulai pasang emoticon sedih :(

Sudah sifat dasar manusia, kita akan melakukan yang terbaik kalo memang sesuai dengan kesenangan hati. Contooh *contoh terus, maklum ibu guru :p Yaa contohnya, kita akan bela-belain mati-matian lakuin yang terbaik untuk seseorang yang kita cinta, ya kaaaan *sesungguhnya ini jleb buat saya pribadi wehehe :p Nah begitu juga untuk bagian kehidupan yang lain. Soal kerjaan, sesuai dan tidaknya dengan hobi, akan begitu mempengaruhi kualitas usaha yang kita lakukan. Yaa jelas bagaimanapun tanggung jawab kita sama kerjaan ga bisa dikesampingkan, baiknya tetap melakukan yang terbaik. Panjang banget sih kalo dijelasin, tapi singkatnya, rasa-rasanya semua akan paham kan kalo gue bilang, se-terbaik apapun, akan ada tingkatan usaha yang lebih jauh diatas terbaik ketika apa yang kita kerjakan, memang itu yang menjadi sumber kesenangan kita. Nah loh, ter- di atas ter-. Bingung kan? Hihi :p

Yaaa dilema biasalah untuk PPN, para pencari nafkah :p Ditambah dengan mimpi mencari penghasilan yang kalo bisa sih, kalo bisa niiiih, kasarnya gaji bulanan bisa cepet kebeli mobil ahaha :p Tanpa perlu munafik, namanya orang kerja yaa cari uang, kalo ga cari uang namanya bukan kerja, sekedar jasa. Tapi itu diaaa, yang perlu disadari, semua butuh proses, ya kan? :)
 
dan kemudian, hening… :D

Naaah, sampe deh di moment penting. Moment Tuhan. Sesibuk-sibuknya, jangan sekalipun tinggalkan ibadah, sesuai kepercayaan masing-masing. Lebih baik lagi, bagi yang Islam, di samping yang wajib, sunnahnya juga jangan ditinggalkan. Ga akan mempersulit kok, malahan mempermudah :p Misaaal *kata lain dari contoh hahaha*, sempatkanlah Dhuha sebelum berangkat kerja. Yang ga keburu, kan di kantor bisa. Malemnya, jangan tinggalkan “pegangan wajib. “Bacalah walau satu ayat.” Yaaa, gue cuma mengingatkan, ga bermaksud sok religious kok hehehe :)

Well, itulah hidup. Tapi ga pernah bosen gue selalu kepingin ngingetin, ketika rasa syukur terus berjalan seiring dengan setiap proses hidup kita, insya Allah semuanya akan lebih mudah kok. Di samping kegalauan yang kadang tetiba datang, gue begitu bersyukur atas segala. Kerjaan lancar, selalu dimudahkan Tuhan, dan yang paling penuh syukur, dipertemukan orang-orang baik, dimana dari setiap mereka, alhamdulillahnya ada aja sisi positif yang bisa gue pelajari :)

Dari mulai OB, satpam, pedagang makanan, marketing, sesama karyawan, manager, kontraktor, orang-orang kantor pusat, developer, semuanya deeeh :D

Oh yaaa, pertama kali keluar bareng manager dan bagian promosi, disitu langsung kebuka sebenernya soal “mimpi” gue. Di luar kantor, obrolan menjadi lebih ringan dan santai. Mereka berdua banyak tanya soal gue dan gue terang-terangan pula jawabnya. Singkat cerita, mereka tau pekerjaan ini engga sesuai dengan “kesenangan hati” gue. Tapi yang gue kaget, mereka justru dukung gue untuk dapetin yang lebih sesuai. Dan yang lebih senangnya, ketika ada omongan seperti ini, “Suatu saat, saya yakin kamu akan bekerja di perusahaan besar Jess.” Sederhana, tapi buat gue itu kepercayaan dan dukungan yang begitu besar. Gue ga begitu mengejar perusahaan besar. Sesuai rencana, buat gue, dunia pekerjaan menjadi prioritas sampai gue menikah. Ketika sudah berkeluarga, gue lebih suka cari pekerjaan yang ga mengganggu keharmonisan rumah tangga. Peran seorang istri bagi suami dan seorang ibu bagi anak, you know laaah *aaaaaaaa, sudah sebegitu melanturnya kah gue? Maklum, makin malem makin ngaco :p

Gue inget, saat itu di Kelapa Gading, si bos dari segala bos pernah memotivasi karyawan dengan kisah singkat tapi menurut gue bagus untuk semangat kerja. Soal ayam dan elang hahaha. Inti cerita, beliau bilang saat kita berpikir untuk menjadi ayam, jadilah kita ayam. Tapi ketika kita berpikir untuk menjadi elang, jadilah kita elang. Dalem hati gue bilang, we are who we think we are. Gue setuju. Tapi spontan, setelah itu gue juga bilang dalem hati, gue mau jadi lebih dari sekadar elang :D

Tolong dibantu doa yaaaaaaaa…

Doa yang sama untuk kalian :)

Baiklah sudah panjang rasanya. Sedikit lega. Sedikit terlepas dari kekacauan pikiran. Kita sudahi dulu untuk malam ini yaah.

 
Seperti berada dalam pusaran air,
aku terseret,
dan kurasa,
aku tahu caranya agar tidak terbawa.
Fokuslah pada titik mimpi.

 
Dan terkadang,
mungkin,
memang harus berputar :)

Jumat, 30 November 2012

Perfect Piece of Our Forever



“Kemudian kami melanjutkan dengan penuh bahagia dalam naungan kebahagiaan kami yang sempurna selamanya.” (Bahasa Indonesia)

"And then we continued blissfully into this small but perfect piece of our forever" (English)

Itu adalah petikan kalimat terakhir di novel Breaking Dawn. Bagi yang tidak suka baca novel, minimal pasti nonton filmnya kan, di akhir cerita pun, jelas kata-kata ini menutup kisah panjang Edward dan Bella dengan sangat cantik. Begitu manis, sesuai dengan lagu a thousand years yang buat gue romantisnyaaaa – juara.

Rasanya sulit terungkap. Entah kata apa yang paling pantas untuk menggambarkan kisah mereka, jika benar nyata. Well, dalam versi manusia, pastinya. Karena bagaimanapun, dengan amat sangat yakin gue bisa bilang, engga akan ada vampir se-luar-biasa Edward Cullen. Mana ada kelelawar ganteng nan baik pun romantis. Kadang suka mikir juga, legenda orang luar tuh bagus-bagus yah. Kelelawar yang juelek banget aja bisa jadi makhluk gagah yang seringkali diibaratkan dengan kesempurnaan yang diidamkan manusia. Lah di negara kita, adanya babi ngepet. *Kita?* Yaudah negara gue, mau apa lo? *lah sewot hihi.* Ga ada bagus-bagusnyaaaa ah pokoknya :I

Gue di sini bukan mau review tentang Breaking Dawn ataupun ngegosipin kelelawar. Gue mau sedikit bahas soal kata selamanya.

Mungkin, selamanya cuma pantas diucapkan oleh kaum vampir yang notabene katanya sih immortal.

Terkadang banyak orang begitu kekeuh mencibir kata selamanya yang diperumpamakan dalam sebuah kisah cinta. Dibilang berlebihan dan ga realistis. Yaaah, namanya juga perumpaan, please dong gitu aja dipermasalahin. Don’t be that serious.

Kata selamanya memang mengacu jelas ke dalam arti keabadian. Kekal. Dan tanpa bisa disanggah ya memang hanya milik Tuhan kata itu diperkenankan. I kno it. I do believe that. Tapi yaaa ini bukan tentang sebuah keyakinan. Cara orang berbahasa dan bagaimana kita mengungkapnya jelas beda-beda kaaan. Ada yang puitis *ehem*, ada yang apa adanya to the point tanpa basa-basi, ada yang ngecengin karena jaim, wah macem-macem deeh. Tapi itu semua jelas bermuara pada satu makna dan tujuan, pengungkapan kata cinta. Bagaimana kedalaman rasa bisa sampai pada sosok yang begitu istimewa :)

Aku mencintaimu selamanya.

Aku inginimu dalam keseluruhan waktuku. Dan kuharap, selamanya.

Cinta kita sudah ditakdirkan seirama, selamanya.

Dan ratusan ungkapan lain yang meminjam kata selamanya sebagai cara cinta mengungkap kesungguhan. Kalo makna kata selamanya buat gue pribadi sih yah, ketika gue bilang aku cinta kamu selamanya, berarti maksudnya yaa gue begitu ingin mencintai dia dalam seluruh waktu yang gue dan dia punya. Hidup dan mati, berharap terus berjodoh, hehehe.

Melawan takdir Tuhan? Atau bahkan mendahului?

Insya Allah engga kok. Hidup itu harus lillahita’ala, boleh punya harapan asal sesuai porsi. Maksudnyaaa kita pasti punya takaran masing-masing sejauh mana kira-kira kenyataan berpihak pada harapan kita.

Manusia tanpa harapan itu ibarat rangka tanpa jiwa. Mati.

Tapi ingat, jangan membangun terlalu tinggi, belajarlah untuk legowo ceuk urang Jawa mah *loh ini Jawa apa Sunda. Berharap boleh, tapi yakini bahwa Tuhanlah yang paling tepat untuk kita gantungkan sebesar-besarnya pengharapan. Bagaimanapun, sebaik-baiknya takdir, Dia yang paling tau. Kita tinggal berusaha, selebihnya, cukup jalani :)

Jadi begitulah kira-kira makna selamanya yang mungkin masih banyak diartikan dengan sudut pandang yang salah.





I have loved you for a thousand years.
I'll love you for a thousand more.
-Christina Perri, A Thousand Years-

Emang nikah serem?



Yeay, habis nyapuin ‘Be Awesome’, sarang laba-laba udah dimana-mana saking ga pernah dibukanyaaa. Bener-bener setiap sudut direnovasi, sampe mau kebalik rasanya bola mata ngutak-atik html :I Yah, meskipun ga sempurna, tapi kini cantik lagiii. Lagian kamu jangan sempurna dulu yah, pemiliknya aja masih belum sempurna sebelum ketemu lelaki idaman *eehhh skip :p

Ngomong-ngomong soal lelaki idaman, siapa sih yang ga mau cepet-cepet ketemu jodohnya ya kaaan. Tapi jelas ga semudah ngedipin mata.

Menikah. Jengjeeeeng. Kata sakral, terutama bagi umuran macam gue ini. Beda-beda sih yah rencana setiap orang, cuma rasa-rasanya sebagian besar selesai lulus kuliah, pertanyaan yang paling mengganggu adalah, “Kapan nikah?” Yah mengganggu sih engga, cumaa, yaaa, gitu deh :I Dan di antara jawaban kebanyakan orang adalah, “Ah elo aja duluan, gue mah nanti-nantilah.” Tapi 99,9% dalem hatinya miris. Kepingin. Hahaha.

Untuk beberapa, err − ralat, yaa mungkin banyak orang juga yang menganggap pernikahan itu menakutkan. Entah itu karena denger desas desus, baca cerita, denger kisah orang lain, dan berbagai macam alasan yang melatarbelakangi ketakutannya.

Yaaa, gue pun sempet punya rasa takut seperti itu sih. Bukan takut, yaa mungkin waswas kali yah *sama aja :I Hmm habis gue liat kenyataan beberapa pasangan suami istri yang − hmm apa yah bahasa enaknya, bisa dikatakan tak seindah masa pacaran *ini sotoy :D Kita ambil satu kasus. Misal, ada seorang suami yang istrinya manjanyaaaaa luar biasa. Mengekang pula, pokoknya sifatnya ya ampuuun, bikin keki lahir batin. Ini cuma misaaal loh yah. Atau ada juga suami yang nyebelinnya bikin si istri karaokean, “Pulangkan saja aku pada ibuku atau ayahku. Uwouwo…” Hahaha anjrit lagunyaaa. Entah kenapa gue seneng banget sama uwouwo-nya lagu jadul. Sangat khas *eee melenceng. Yaa pokoknya seribu alasan yang membuat pernikahan adalah dunia asing yang terlihat – celeeeem :I

Tapi menurut gue itu bukan alasan sih yah untuk tetap berada di bawah kendali rasa takut. Namanya hidup yaa harus penuh seni. Ga bisaaaaaa tenang-tenang aja tanpa kegajluk-gajluk di tengah jalan, termasul soal cinta.

Gue pribadi sih dari dulu emang niatnya pingin nikah cepet, bukan karena ego apalagi trend. Siapa sih yang ga bahagiaa bangun tidur buka mata yang paling pertama diliat ya pendamping tercinta. Ibadah barengan, lagi masak digodain suami, terus becanda-becandaan deh, lempar-lemparan piso *loh kok jadi serem :D Yaaa pastilah ada api-api yang bikin suasana panas, tapi kalo deket terus mah, asupan cinta akan segera menjadi pemadam kebakaran kok hihihi.

Nikah takut susah?
Ah ga berasa susahnya kalo sama-sama.

Karena berdekatan dengan yang terkasih adalah sumber bahagia yang paling murni. Jelas. Tergantung orangnya sih yaaah, maka dari itu gue selalu menyanggah kalo dibilang terlalu selektif. Ini masalah pilihan hati dan sosok idaman, ga bisa asal terima. Urusan hidup dan mati *ngeluarin pedang, bergaya ala Pattimura :I

Ini juga soal perencanaan gen. Lahir batinnya sang buah hati ga terlepas dari apa yang ada dalam diri si orang tua. Ga mungkin gen tetangga nyangkut di anak lo kaaaan. Dan memang, yang ga kalah penting juga yaa soal pengolahannya. *ini anak apa daging sapi.

Udah ah serius. Hmm, setiap hati miliki sumber sinarnya masing-masing. Mencari sang sumber sinar itu sulit. Tapi pada waktu yang − yakinlah, sudah ditentukan, keduanya akan saling menemukan dan ditemukan. Bagaimanapun, Tuhan akan meneguhkan cinta pada setiap pasang yang ditakdirkan untuk saling mencuri hati, membagi hari, dan menikmati hidup dalam kebersamaan. Bagaimana indahnya saling mengingini dan dikuasai kekaguman yang mendarah daging. Ah, begitu hebat penciptaan Tuhan atas cinta :)

Iya, keduanya akan saling tak mampu melepas. Setiap hati pasti berbeda. Ada yang suka penyendiri, yang nakal, yang pemarah, yang ribet, yang artis dangdut, dan masih banyak yang yang yang lainnya :D Gue? Gue sukanya yang sholeh. Ganteng? Yaa maunya sih gantenglah, adem liat udah ganteng terus sholeh, unyu maksimal kalo kata anak twitter *dibaca twiderrr, r-nya samar, logat bule gitulah. Apalagi ditambah pinter, romantis, jarang marah, penyayang, kocak, setia, rendah hati, baik budi, teruuss… *lama-lama jadi pelajaran Kewarganegaraan ini ahaha.

Tarik napas dulu. Udaaah? Yuk lanjut.

Well, kalo belum ketemu sama sang jodoh idaman, yaa sing sabbbar yoo, tenang bae ulah panik *bahasa random. Jangan isi waktu menunggumu dengan kesia-siaan, percuma, apalagi yang (mungkin) nantinya akan mencipta sesal. Mampukanlah untuk meningkatkan diri dalam segala kebaikan, sekecil apapun. Kalo buat gue, itu hal terbaik yang bisa dilakuin. Toh kebaikannya bukan cuma untuk orang banyak, untuk hidup kita sendiri juga loh. Yaa kalo sekiranya emang iseng banget, buat cowok diperbolehkan kok kalo mau ngapalin ijab kabulnya dari sekarang. Cukup ujian sekolah aja yang sistem kebut semalam yah. Dan oyaa, sambil menunggu, yaa usaha juga dong ah, rejeki ga kucuk-kucuk dateng dengan sendirinya, harus dijemput juga. Berjuang untuk jodoh itu, terkenangnya sampe ubanan loh :)

Oke sudah tengah malam, takut berubah nih *lari dari istana ninggalin sepatu kaca :D

Disudahi dulu tulisan  malam ini, entah inspirasi darimana tetiba nulis soal nikah macem begini, semoga bermanfaaaat.


Cinta bukan hanya tentang rasa,
tapi bagaimana membagi dunia,
berdua,
selamanya.

Jumat, 18 Mei 2012

Respect

Mungkin kalau ditilik-tilik, bahasan kali ini seperti pelajaran PPKN *anjir PPKN*, kerennya sekarang Kewarganegaraan. Yap, gue mau bahas tentang saling menghargai.

Bukan soal jual beli apalagi tawar menawar. Istilah harga yang kita pake disini bukan soal uang. It's not about money money money *eet malah nyanyi*. Langsung aja deh yaah.

Hmm, saling artinya ga egois dan menghargai artinya respect *ya emang, apa bedanya respect sama menghargai*. Jadi pengertian klasik dari saling menghargai adalah jangan egois dan please, respect others. Gini yah, udah dari sananya kita diciptain dengan persamaan dan perbedaan masing-masing individu. Entah itu bentuk maupun sifat. Dan ketika orang lain berbeda dari lo, apalagi perbedaan itu lo rasa merugikan, lo bakal ngedumel bahkan yang emosian pasti ngumpat-ngumpat. Sialan atau bisa ga sih atau rese banget tuh orang atau $#$%*^%*$# dan keluarlah nama-nama binatang secara naluriah. Sialnya yang paling sering disebut adalah kaum anji** dan bangs**. Kenapa harus dibintangin, gue menghargai mereka, meski binatang mereka juga punya hati, ya kan? *muka melas* Seburuk itukah mereka disamakan dengan kotoran (ta*) yang juga sering disebut karena ada hal-hal yang bikin kesel? Gue rasa ngga. Jadi mari beri pukpuk untuk mereka *melenceng dari topik* *pentokkin jidat ke tembok* *sadar lagi* 

Yap, that's the case. Contohnya gini. Lo lagi nyebrang pas lampu merah eh tiba-tiba lampu hijau nyala sedangkan lo udah nanggung di tengah, pengendara motor dan mobil yang juga udah bete nunggu ngeliatin angka dari 999 sampe 0 *ga segitu sih* langsung tatetot-tatetot klaksonnya dan tancep gas tanpa liat ada yang lagi nyebrang. Ga salah kalo lo otomatis kesel. Ga salah banget. Cumaaa, tindakan lo setelahnya yang harus lo perhatiin. Daripada ngedumel, maksa nyebrang dengan emosi mendidih di ubun-ubun, mending inget Tuhan *asyik* dan kalo emang belum bisa nyebrang mending mundur. Jangan lupa tetep senyum, kalo ada cctv lambai-lambai sekalian. Itu cuma contoh kecil yah. 

Jadi maksud gue, kalo emang orang lain belum bisa sabar, sikapnya bikin lo kesel setengah hati, eh setengah mati, yaudahlah ga usah diambil pusing, ngedumel sampe ngerusak mood lo seharian penuh karena hal kecil. Sepele kan, tapi ngaruhnya banyak :) 

Mereka ngeselin ya lo nya aja yang coba sabar. Mereka bikin gondok ya coba ngertiin aja sifat orang beda-beda. Ga usah nuntut orang lain bersikap seperti apa yang lo mau, mulai aja dari diri lo sendiri. Kalo emang ga suka liat orang lain begitu, ya lo jangan begitu, jangan samanya. Kalo semua orang mikirnya gini enak yah, damai, tapi ya ngga mungkin, karena itu tadi, kita semua berbeda :) Pahami dan mengerti. Sayangi diri lo. Dengan berkurangnya keluhan lo, yakin deh hidup lo bakal lebih baik, jadi enjoy aja gitu jalaninnya. Lagipula everythin' we do will return to us kok, jadi santai aja untuk apa yang orang lain lakuin, ga usah jadi musingin hidup kita kalo itu dirasa merugikan, yang sebenarnya terjadi adalah mereka merugikan diri mereka sendiri, pegang aja itu :) 

Hebat yah makna dari tindakan sederhana saling menghargai. Kalo emang masih suka ngeluh yaa wajarlah manusiawi, cuma keseringan yaa mending pikir-pikir lagi, buat kebaikan kita juga kan :) 

Suka ga enak deh kalo bahas hal-hal seperti ini, takut disangka sok bener atau apalah hihi, padahal cuma ngajak untuk lebih baik ajaa. Kita semua sama-sama belajar kok. Sulit bukan berarti tidak patut dicoba yah. Pepatah aja bilang alah bisa karena biasa :)

So Guys, just be positive. 
Simple and awesome :)

Senin, 05 Maret 2012

raih jamrud mimpimu



Mimpi, sepintas terangkat tinggi. Meninggi -- dan bahkan tak terjamah. Kepul debu dan cucur keringat menggerung bosan.

Kapan aku seperti mereka?
Duduk nyaman di atas sebuah sofa berlengan yang mungkin, terlihat seperti beludru. Ku bilang, mungkin. Aku tak tahu pasti barang-barang itu. Sedangkan aku, hanya mampu menatap dari kejauhan sambil menggigit sepotong roti tanpa selai. Hingga tak ada lagi, akhirnya ku gigit lidahku sendiri.

Sekelu itu, ketika kita terbungkus satu rasa yang biasanya, orang-orang menyebutnya dengan istilah putus asa. Sakit dan amarah bahkan seringkali tak lagi terasa. Memuncak -- dan menyemu.

Sekilas akan muncul berbagai macam pikir pendek, pelampiasan, atau apapun yang dipicu oleh rasa itu.Ego kuasai diri dan terlepaslah mimpi itu begitu saja.

Bagi kita, jiwa yang dicintai Tuhan. Keseluruhan ini hanya sepersekian titik dari luas kebesaranNya. Udarakan pikiran dan rasakan, nikmat mana yang patut kita dustakan? Jangan menatap ke atas jika hal itu akan menikam rasa syukur yang seharusnya ada. Jangan pula menatap ke bawah jika hal itu hanya meninggikan keangkuhan. Maknai dan bijaklah.

Tuhan tidak pernah sekalipun menertawakan asa, bahkan Dia merindu, kapan kita kembali mencariNya?

Maka bagi kita, jiwa yang dicintai Tuhan. Jika mimpi itu masih terlalu tinggi, maka redakan angkuh dan amarah, lalu melompatlah meski sepatu yang kita pakai bahkan tak lagi layak pakai karena seringnya tersungkur. Toh berkaki telanjang pun, kita masih bisa melompat.

Setiap kita memiliki imaji terindah akan suatu mimpi. Tatap lurus mimpi itu, sekalipun nyatanya berbelok. Ingat hal ini, "Tuhan memberi kita pembelajaran dan mengawasi untuk diuji. Seperti guru, yang nantinya akan menilai, hadiah apa yang pantas kita dapatkan atas waktu lalu yang kita lewati."

Itulah, menurut saya, arti dari sabar itu indah. Ingat kawan, mimpi itu bak zamrud. Bukan dengan terlentang dan hanya menatap langit, permata hijau mempesona itu didapatkan, tapi dengan menambang. Begitu pula dengan meraih mimpi.

Yakinlah padaNya -- dan pada dirimu sendiri.

Terinspirasi dari seorang kenek yang begitu mengeluhkan pekerjaannya. Ayo kita sama-sama belajar untuk lebih mendalami rasa sabar dan ikhlas, meski saya pun masih jauh dari hal itu hehe. Sulit pasti, tapi tak ada yang tak mungkin di dunia ini, kecuali ketiadaan Tuhan. :)




Mimpi adalah kunci -Laskar Pelangi by Nidji-
Semangat untuk semua orang di duniaa :)

Selasa, 28 Februari 2012

dengan, dari, dan teruntuk cinta


sebentuk rasaku berada di sini. di kehidupan ini. dimana setiap kesejukan menetes pada helai daun, dan kebaikan melembut pada bentuk hati -- kita -- yang terbalut oleh cinta.

mengapa nurani begitu tak terbaca?

jangan khawatir, aku pun tidak begitu memahami. tapi setiap kuucap kata kita, ada getar di sana -- di pertautan dua hati yang memang melambangkan kata -- kita :)

menyumbat selongsong ragaku. mengaum bak jelmaan singa nan gagah. kuat, sesak, namun kelembutannya mempesona. membuai putaran rindu. mengikis debaran pilu. mengusap rintihan peluh. menuai pesisir tawa. kau tahu apa itu? yaa. itu dirimu, Cinta.

saat itu, sejak pertama kutatap bola matamu dalam radius 5000mm, kau -- membunuh langkahku -- dari segala jejak lain.



dengan, dari, dan teruntuk cinta

Selasa, 10 Januari 2012

this is so sad

dan jika memang ini yang terakhir.
izinkan aku memelukmu erat.
aku berjanji akan tersenyum.
meski tenggorokanku tersiram lahar merapi.



untukmu, yang begitu kucintai.