
Mimpi, sepintas terangkat tinggi. Meninggi -- dan bahkan tak terjamah. Kepul debu dan cucur keringat menggerung bosan.
Kapan aku seperti mereka?
Duduk nyaman di atas sebuah sofa berlengan yang mungkin, terlihat seperti beludru. Ku bilang, mungkin. Aku tak tahu pasti barang-barang itu. Sedangkan aku, hanya mampu menatap dari kejauhan sambil menggigit sepotong roti tanpa selai. Hingga tak ada lagi, akhirnya ku gigit lidahku sendiri.
Sekelu itu, ketika kita terbungkus satu rasa yang biasanya, orang-orang menyebutnya dengan istilah putus asa. Sakit dan amarah bahkan seringkali tak lagi terasa. Memuncak -- dan menyemu.
Sekilas akan muncul berbagai macam pikir pendek, pelampiasan, atau apapun yang dipicu oleh rasa itu.Ego kuasai diri dan terlepaslah mimpi itu begitu saja.
Bagi kita, jiwa yang dicintai Tuhan. Keseluruhan ini hanya sepersekian titik dari luas kebesaranNya. Udarakan pikiran dan rasakan, nikmat mana yang patut kita dustakan? Jangan menatap ke atas jika hal itu akan menikam rasa syukur yang seharusnya ada. Jangan pula menatap ke bawah jika hal itu hanya meninggikan keangkuhan. Maknai dan bijaklah.
Tuhan tidak pernah sekalipun menertawakan asa, bahkan Dia merindu, kapan kita kembali mencariNya?
Maka bagi kita, jiwa yang dicintai Tuhan. Jika mimpi itu masih terlalu tinggi, maka redakan angkuh dan amarah, lalu melompatlah meski sepatu yang kita pakai bahkan tak lagi layak pakai karena seringnya tersungkur. Toh berkaki telanjang pun, kita masih bisa melompat.
Setiap kita memiliki imaji terindah akan suatu mimpi. Tatap lurus mimpi itu, sekalipun nyatanya berbelok. Ingat hal ini, "Tuhan memberi kita pembelajaran dan mengawasi untuk diuji. Seperti guru, yang nantinya akan menilai, hadiah apa yang pantas kita dapatkan atas waktu lalu yang kita lewati."
Itulah, menurut saya, arti dari sabar itu indah. Ingat kawan, mimpi itu bak zamrud. Bukan dengan terlentang dan hanya menatap langit, permata hijau mempesona itu didapatkan, tapi dengan menambang. Begitu pula dengan meraih mimpi.
Yakinlah padaNya -- dan pada dirimu sendiri.
Terinspirasi dari seorang kenek yang begitu mengeluhkan pekerjaannya. Ayo kita sama-sama belajar untuk lebih mendalami rasa sabar dan ikhlas, meski saya pun masih jauh dari hal itu hehe. Sulit pasti, tapi tak ada yang tak mungkin di dunia ini, kecuali ketiadaan Tuhan. :)
Mimpi adalah kunci -Laskar Pelangi by Nidji-
Semangat untuk semua orang di duniaa :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar