About Me

Foto saya
Kota Kata, Alam Bawah Sadar, Indonesia
Beyond ur imagination.

Sang Penari Mimpi

Hidup itu penuh seni.
Tidak melulu lurus.
Tidak melulu berlari.
Sejenaklah berhenti.
Kemudian, berjalan lagi.

Seni itu proses.
Begitu merumit.
Begitu sulit terpahami.
Namun indahnya, akan kau syukuri di akhir nanti.

Tuhan berkuasa atas segala.
Lupakan ragu, hilangkan sendu, sematkan syahdu.
Setiap yang kau kira racun, pada akhirnya menjadi madu.

Lemah kuatnya hati membawamu menari.
Tersenyumlah.
Cara terbaik, menuai mimpi bagi setiap hari.




Kota Kata, 30 November 2012.
Tertanda,



Jessica Sundayany.

Followers

Selasa, 18 Desember 2012

Mungkin, memang harus berputar :)



Seperti berada dalam pusaran air. Aku terseret begitu saja, tanpa daya dan terbawa.

Artinya? Artinyaaaaaa, gue lagi bingung :(

Ga pernah kebayang, dapet kerjaan yang penuh dengan fasilitas kemudahan. Bulan lalu, iseng pernah berdoa supaya gue dapet kerjaan yang sesuai dunia kesenangan gue, deket, gaji gede, dan dikelilingi orang-orang baik. Tipe doa semena-mena, hihihi. Dan untuk sebagian doa itu, betul-betul Tuhan begitu cepat mengabulkan.

Gue cuma butuh 10 menit dan criiiing, sampe di kantor. Ga harus nyium macet dan polusi lama-lama. Seringnya kalo lagi ngantuk berat, jam makan siang gue pulang untuk tidur. Aseli ini mah haha mana ada yang begini. Lumayaaan, biar sebentar, jleb nikmat banget, itulah kunci mata segar ketika yang lain penuh kantung :p

Dan soal temen-temen kantor, buat gue, subhanallah deh baiknyaa. Entah karena paling muda sendiri atau apalah alasannya, tapi benar-benar berasa semua begitu perduli sama gue. Untuk yang satu ini, mungkin gue bisa berbagi sedikit tips yah, karena siapa sih yang ga mau ngerasa nyaman pas lagi kerja ya kaaan, ya kaaaan, ya kaaaaaaaan, hehehe :D

Hmm, jangan pernah mencoba berbeda dari apa yang memang itulah diri lo. Yah, simpelnya just be yourself sih. Ribet yah hihi, maksudnya kan mau pakai kata yang berbeda supaya ga bosen denger istilah biasa :| Oke lanjut. Setiap kita kan pasti punya karakter, lo engga perlu berusaha menonjolkan, pun mengurangi. Karena dengan sendirinya, setiap orang dibekali kemampuan untuk menilai dan memahami *beda konteks dari judgment yah.

Kedua, jangan menjilat. Seriously, dari dulu gue begitu anti sama… mmm apa yah bahasa enaknya… sama… bisa dikatakan, orang yang penuh kepura-puraan *kok engga enak juga yah dibacanya, maaf ga nemu kata yang enak :| Biasa ajalaah. Bersikaplah apa adanya, karena yang namanya aura itu engga bisa dibohongi kok. Misal, kalo emang lo orangnya mudah bersosialisasi, enak diajak ngobrol, enak diajak kerja, apalagi enak dipandang hahaha becanda, yaaa itulah yang akan orang lain liat di diri lo. Dengan sendirinya tanpa desakkan, mereka akan merasa nyaman akan keberadaan lo. Pun misalnya kepribadian lo sebaliknya, ga perlu ditutupi, karena yang namanya keanehan gakkan besembunyi selamanya. Akan selalu ada si kalem, si karismatik, si cerewet, si ribet, si sholeha, si sombong, si cuek, si alay, si cerdas, si humoris, si kaku, si bijak, dan masih banyak si- si- yang lainnya. Toh memang kita kan harus menerima kalo manusia itu penuh dengan keunikkan. Manusia itu, penuh dengan perbedaan :)

Masih nyambung, sikap selanjutnya juga jangan coba untuk main belakang. Waaaah bukan selingkuh maksudnya main belakang di sini hihi. Contohnyaa, misal lo ngobrol sama si A dan doi ngomongin si B. Ga perlu sok-sok nambah-nambahin. Begitu juga sebaliknya. Memang banyaak orang begini, tapi sebisa mungkin yaa hindarin ajalah hehe. Gue pas hari pertama, kedua, dan ketiga bisa langsung paham, oh yang ini karakternya begini, yang itu begitu. Oh, yang ini ga suka sama si ini, yang itu ga suka sama si itu. Padahal bisa dibilang gue orang baru, tapi ketika ikut ngobrol, udah kayak sama temen lama, dan ga canggung ngebuka cerita-cerita di depan gue. Gue lebih suka ngangguk-ngangguk dan ber-oh ria untuk sekedar menghormati si penutur cerita, dan nge-keep cerita itu dalam hati aja *cinta kali ah dalam hati :p Yaa cukup tau sajalah, masalah benar tidaknya, urusan masing-masing pribadi. Ga usah suudzon kata Mamah Dedeh :D

Dan selanjutnya, laksanakan tugasmu sebaik-baiknya. Ga perlu dijelasin kaaan kalo yang ini :D Dan di sini yang kadang buat gue galau *mulai pasang emoticon sedih :(

Sudah sifat dasar manusia, kita akan melakukan yang terbaik kalo memang sesuai dengan kesenangan hati. Contooh *contoh terus, maklum ibu guru :p Yaa contohnya, kita akan bela-belain mati-matian lakuin yang terbaik untuk seseorang yang kita cinta, ya kaaaan *sesungguhnya ini jleb buat saya pribadi wehehe :p Nah begitu juga untuk bagian kehidupan yang lain. Soal kerjaan, sesuai dan tidaknya dengan hobi, akan begitu mempengaruhi kualitas usaha yang kita lakukan. Yaa jelas bagaimanapun tanggung jawab kita sama kerjaan ga bisa dikesampingkan, baiknya tetap melakukan yang terbaik. Panjang banget sih kalo dijelasin, tapi singkatnya, rasa-rasanya semua akan paham kan kalo gue bilang, se-terbaik apapun, akan ada tingkatan usaha yang lebih jauh diatas terbaik ketika apa yang kita kerjakan, memang itu yang menjadi sumber kesenangan kita. Nah loh, ter- di atas ter-. Bingung kan? Hihi :p

Yaaa dilema biasalah untuk PPN, para pencari nafkah :p Ditambah dengan mimpi mencari penghasilan yang kalo bisa sih, kalo bisa niiiih, kasarnya gaji bulanan bisa cepet kebeli mobil ahaha :p Tanpa perlu munafik, namanya orang kerja yaa cari uang, kalo ga cari uang namanya bukan kerja, sekedar jasa. Tapi itu diaaa, yang perlu disadari, semua butuh proses, ya kan? :)
 
dan kemudian, hening… :D

Naaah, sampe deh di moment penting. Moment Tuhan. Sesibuk-sibuknya, jangan sekalipun tinggalkan ibadah, sesuai kepercayaan masing-masing. Lebih baik lagi, bagi yang Islam, di samping yang wajib, sunnahnya juga jangan ditinggalkan. Ga akan mempersulit kok, malahan mempermudah :p Misaaal *kata lain dari contoh hahaha*, sempatkanlah Dhuha sebelum berangkat kerja. Yang ga keburu, kan di kantor bisa. Malemnya, jangan tinggalkan “pegangan wajib. “Bacalah walau satu ayat.” Yaaa, gue cuma mengingatkan, ga bermaksud sok religious kok hehehe :)

Well, itulah hidup. Tapi ga pernah bosen gue selalu kepingin ngingetin, ketika rasa syukur terus berjalan seiring dengan setiap proses hidup kita, insya Allah semuanya akan lebih mudah kok. Di samping kegalauan yang kadang tetiba datang, gue begitu bersyukur atas segala. Kerjaan lancar, selalu dimudahkan Tuhan, dan yang paling penuh syukur, dipertemukan orang-orang baik, dimana dari setiap mereka, alhamdulillahnya ada aja sisi positif yang bisa gue pelajari :)

Dari mulai OB, satpam, pedagang makanan, marketing, sesama karyawan, manager, kontraktor, orang-orang kantor pusat, developer, semuanya deeeh :D

Oh yaaa, pertama kali keluar bareng manager dan bagian promosi, disitu langsung kebuka sebenernya soal “mimpi” gue. Di luar kantor, obrolan menjadi lebih ringan dan santai. Mereka berdua banyak tanya soal gue dan gue terang-terangan pula jawabnya. Singkat cerita, mereka tau pekerjaan ini engga sesuai dengan “kesenangan hati” gue. Tapi yang gue kaget, mereka justru dukung gue untuk dapetin yang lebih sesuai. Dan yang lebih senangnya, ketika ada omongan seperti ini, “Suatu saat, saya yakin kamu akan bekerja di perusahaan besar Jess.” Sederhana, tapi buat gue itu kepercayaan dan dukungan yang begitu besar. Gue ga begitu mengejar perusahaan besar. Sesuai rencana, buat gue, dunia pekerjaan menjadi prioritas sampai gue menikah. Ketika sudah berkeluarga, gue lebih suka cari pekerjaan yang ga mengganggu keharmonisan rumah tangga. Peran seorang istri bagi suami dan seorang ibu bagi anak, you know laaah *aaaaaaaa, sudah sebegitu melanturnya kah gue? Maklum, makin malem makin ngaco :p

Gue inget, saat itu di Kelapa Gading, si bos dari segala bos pernah memotivasi karyawan dengan kisah singkat tapi menurut gue bagus untuk semangat kerja. Soal ayam dan elang hahaha. Inti cerita, beliau bilang saat kita berpikir untuk menjadi ayam, jadilah kita ayam. Tapi ketika kita berpikir untuk menjadi elang, jadilah kita elang. Dalem hati gue bilang, we are who we think we are. Gue setuju. Tapi spontan, setelah itu gue juga bilang dalem hati, gue mau jadi lebih dari sekadar elang :D

Tolong dibantu doa yaaaaaaaa…

Doa yang sama untuk kalian :)

Baiklah sudah panjang rasanya. Sedikit lega. Sedikit terlepas dari kekacauan pikiran. Kita sudahi dulu untuk malam ini yaah.

 
Seperti berada dalam pusaran air,
aku terseret,
dan kurasa,
aku tahu caranya agar tidak terbawa.
Fokuslah pada titik mimpi.

 
Dan terkadang,
mungkin,
memang harus berputar :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar