“Kemudian kami melanjutkan dengan penuh bahagia dalam naungan kebahagiaan kami yang sempurna selamanya.” (Bahasa Indonesia)
"And then we continued blissfully into this small but perfect piece of our forever" (English)
Itu adalah petikan kalimat terakhir di novel Breaking Dawn. Bagi yang tidak suka baca novel, minimal pasti nonton filmnya kan, di akhir cerita pun, jelas kata-kata ini menutup kisah panjang Edward dan Bella dengan sangat cantik. Begitu manis, sesuai dengan lagu a thousand years yang buat gue romantisnyaaaa – juara.
Rasanya sulit terungkap. Entah kata apa yang paling pantas untuk menggambarkan kisah mereka, jika benar nyata. Well, dalam versi manusia, pastinya. Karena bagaimanapun, dengan amat sangat yakin gue bisa bilang, engga akan ada vampir se-luar-biasa Edward Cullen. Mana ada kelelawar ganteng nan baik pun romantis. Kadang suka mikir juga, legenda orang luar tuh bagus-bagus yah. Kelelawar yang juelek banget aja bisa jadi makhluk gagah yang seringkali diibaratkan dengan kesempurnaan yang diidamkan manusia. Lah di negara kita, adanya babi ngepet. *Kita?* Yaudah negara gue, mau apa lo? *lah sewot hihi.* Ga ada bagus-bagusnyaaaa ah pokoknya :I
Gue di sini bukan mau review tentang Breaking Dawn ataupun ngegosipin kelelawar. Gue mau sedikit bahas soal kata selamanya.
Mungkin, selamanya cuma pantas diucapkan oleh kaum vampir yang notabene katanya sih immortal.
Terkadang banyak orang begitu kekeuh mencibir kata selamanya yang diperumpamakan dalam sebuah kisah cinta. Dibilang berlebihan dan ga realistis. Yaaah, namanya juga perumpaan, please dong gitu aja dipermasalahin. Don’t be that serious.
Kata selamanya memang mengacu jelas ke dalam arti keabadian. Kekal. Dan tanpa bisa disanggah ya memang hanya milik Tuhan kata itu diperkenankan. I kno it. I do believe that. Tapi yaaa ini bukan tentang sebuah keyakinan. Cara orang berbahasa dan bagaimana kita mengungkapnya jelas beda-beda kaaan. Ada yang puitis *ehem*, ada yang apa adanya to the point tanpa basa-basi, ada yang ngecengin karena jaim, wah macem-macem deeh. Tapi itu semua jelas bermuara pada satu makna dan tujuan, pengungkapan kata cinta. Bagaimana kedalaman rasa bisa sampai pada sosok yang begitu istimewa :)
Aku mencintaimu selamanya.
Aku inginimu dalam keseluruhan waktuku. Dan kuharap, selamanya.
Cinta kita sudah ditakdirkan seirama, selamanya.
Dan ratusan ungkapan lain yang meminjam kata selamanya sebagai cara cinta mengungkap kesungguhan. Kalo makna kata selamanya buat gue pribadi sih yah, ketika gue bilang aku cinta kamu selamanya, berarti maksudnya yaa gue begitu ingin mencintai dia dalam seluruh waktu yang gue dan dia punya. Hidup dan mati, berharap terus berjodoh, hehehe.
Melawan takdir Tuhan? Atau bahkan mendahului?
Insya Allah engga kok. Hidup itu harus lillahita’ala, boleh punya harapan asal sesuai porsi. Maksudnyaaa kita pasti punya takaran masing-masing sejauh mana kira-kira kenyataan berpihak pada harapan kita.
Manusia tanpa harapan itu ibarat rangka tanpa jiwa. Mati.
Tapi ingat, jangan membangun terlalu tinggi, belajarlah untuk legowo ceuk urang Jawa mah *loh ini Jawa apa Sunda. Berharap boleh, tapi yakini bahwa Tuhanlah yang paling tepat untuk kita gantungkan sebesar-besarnya pengharapan. Bagaimanapun, sebaik-baiknya takdir, Dia yang paling tau. Kita tinggal berusaha, selebihnya, cukup jalani :)
Jadi begitulah kira-kira makna selamanya yang mungkin masih banyak diartikan dengan sudut pandang yang salah.
I have loved you for a thousand years.
I'll love you for a thousand more.
-Christina Perri, A Thousand Years-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar