Aku jatuh cinta padamu, berulang-ulang.
Rasanya seperti, aku ingin memberi segala mampuku.
Bahkan, hal-hal yang aku tak mampu, aku ingin memampukan diri; teruntukmu.
Kau tidak selalu lebih baik dari manusia lain, tapi kau tetap selalu lebih baik dari
mereka, bagiku.
Hanya karenamu aku menjadi terang sekaligus pekat, jenius pun bodoh, hidup dan mati.
Wahai engkau, kecintaanku yang teramat.
Ketika waktu tiadamu tiba, engkau tahu pasti akan remuklah hatiku, padamlah inspirasiku.
Karena hanya dengan terbayang perginya engkau, aku mati suri.
Tapi kau pun tahu pasti, lapangku adalah cahaya.
Aku takkan larut dalam duka.
Dan sampai saat itu tiba, aku masih ingin kau lihat, aku perjuangkanmu.
Cintaku bukan sekadar kata, nyanyian, atau doa.
Tapi cintaku melompati batasan-batasan.
Ketika aku dimampukan mengurai syair, ingin kubukukan namamu.
Ketika aku dimampukan menyenandungkan melodi, ingin kugubah lagu kepada indahnya sosokmu.
Dan ketika aku dimampukan melirih tentangmu dalam doa, ingin kudatangi engkau, kukatakan berulang kali, kupeluk bertubi, bisikkan kata hati, engkau melodi yang takkan pernah mati.
Bagi hati; raga pun nurani.
Demi Allah yang Maha Mengetahui isi hati, tetaplah engkau di sisi, hingga kehilanganmu hanya akan kurasa ketika engkau tak lagi menginjak bumi.
Putri Kecilmu. :")

.jpg)
Untuk apapun karyamu, yg selalu membuatku bergetar sendiri, terpanah, terpaku mencoba memahami yg selalu kau tuang murni dari hati seolah masuk kedalam imaji..
BalasHapusTeruslah berkreasi pastikan itu selalu dari hati & inspirasi, bkn semata mengejar apresiasi :)