About Me

Foto saya
Kota Kata, Alam Bawah Sadar, Indonesia
Beyond ur imagination.

Sang Penari Mimpi

Hidup itu penuh seni.
Tidak melulu lurus.
Tidak melulu berlari.
Sejenaklah berhenti.
Kemudian, berjalan lagi.

Seni itu proses.
Begitu merumit.
Begitu sulit terpahami.
Namun indahnya, akan kau syukuri di akhir nanti.

Tuhan berkuasa atas segala.
Lupakan ragu, hilangkan sendu, sematkan syahdu.
Setiap yang kau kira racun, pada akhirnya menjadi madu.

Lemah kuatnya hati membawamu menari.
Tersenyumlah.
Cara terbaik, menuai mimpi bagi setiap hari.




Kota Kata, 30 November 2012.
Tertanda,



Jessica Sundayany.

Followers

Jumat, 30 November 2012

Perfect Piece of Our Forever



“Kemudian kami melanjutkan dengan penuh bahagia dalam naungan kebahagiaan kami yang sempurna selamanya.” (Bahasa Indonesia)

"And then we continued blissfully into this small but perfect piece of our forever" (English)

Itu adalah petikan kalimat terakhir di novel Breaking Dawn. Bagi yang tidak suka baca novel, minimal pasti nonton filmnya kan, di akhir cerita pun, jelas kata-kata ini menutup kisah panjang Edward dan Bella dengan sangat cantik. Begitu manis, sesuai dengan lagu a thousand years yang buat gue romantisnyaaaa – juara.

Rasanya sulit terungkap. Entah kata apa yang paling pantas untuk menggambarkan kisah mereka, jika benar nyata. Well, dalam versi manusia, pastinya. Karena bagaimanapun, dengan amat sangat yakin gue bisa bilang, engga akan ada vampir se-luar-biasa Edward Cullen. Mana ada kelelawar ganteng nan baik pun romantis. Kadang suka mikir juga, legenda orang luar tuh bagus-bagus yah. Kelelawar yang juelek banget aja bisa jadi makhluk gagah yang seringkali diibaratkan dengan kesempurnaan yang diidamkan manusia. Lah di negara kita, adanya babi ngepet. *Kita?* Yaudah negara gue, mau apa lo? *lah sewot hihi.* Ga ada bagus-bagusnyaaaa ah pokoknya :I

Gue di sini bukan mau review tentang Breaking Dawn ataupun ngegosipin kelelawar. Gue mau sedikit bahas soal kata selamanya.

Mungkin, selamanya cuma pantas diucapkan oleh kaum vampir yang notabene katanya sih immortal.

Terkadang banyak orang begitu kekeuh mencibir kata selamanya yang diperumpamakan dalam sebuah kisah cinta. Dibilang berlebihan dan ga realistis. Yaaah, namanya juga perumpaan, please dong gitu aja dipermasalahin. Don’t be that serious.

Kata selamanya memang mengacu jelas ke dalam arti keabadian. Kekal. Dan tanpa bisa disanggah ya memang hanya milik Tuhan kata itu diperkenankan. I kno it. I do believe that. Tapi yaaa ini bukan tentang sebuah keyakinan. Cara orang berbahasa dan bagaimana kita mengungkapnya jelas beda-beda kaaan. Ada yang puitis *ehem*, ada yang apa adanya to the point tanpa basa-basi, ada yang ngecengin karena jaim, wah macem-macem deeh. Tapi itu semua jelas bermuara pada satu makna dan tujuan, pengungkapan kata cinta. Bagaimana kedalaman rasa bisa sampai pada sosok yang begitu istimewa :)

Aku mencintaimu selamanya.

Aku inginimu dalam keseluruhan waktuku. Dan kuharap, selamanya.

Cinta kita sudah ditakdirkan seirama, selamanya.

Dan ratusan ungkapan lain yang meminjam kata selamanya sebagai cara cinta mengungkap kesungguhan. Kalo makna kata selamanya buat gue pribadi sih yah, ketika gue bilang aku cinta kamu selamanya, berarti maksudnya yaa gue begitu ingin mencintai dia dalam seluruh waktu yang gue dan dia punya. Hidup dan mati, berharap terus berjodoh, hehehe.

Melawan takdir Tuhan? Atau bahkan mendahului?

Insya Allah engga kok. Hidup itu harus lillahita’ala, boleh punya harapan asal sesuai porsi. Maksudnyaaa kita pasti punya takaran masing-masing sejauh mana kira-kira kenyataan berpihak pada harapan kita.

Manusia tanpa harapan itu ibarat rangka tanpa jiwa. Mati.

Tapi ingat, jangan membangun terlalu tinggi, belajarlah untuk legowo ceuk urang Jawa mah *loh ini Jawa apa Sunda. Berharap boleh, tapi yakini bahwa Tuhanlah yang paling tepat untuk kita gantungkan sebesar-besarnya pengharapan. Bagaimanapun, sebaik-baiknya takdir, Dia yang paling tau. Kita tinggal berusaha, selebihnya, cukup jalani :)

Jadi begitulah kira-kira makna selamanya yang mungkin masih banyak diartikan dengan sudut pandang yang salah.





I have loved you for a thousand years.
I'll love you for a thousand more.
-Christina Perri, A Thousand Years-

Emang nikah serem?



Yeay, habis nyapuin ‘Be Awesome’, sarang laba-laba udah dimana-mana saking ga pernah dibukanyaaa. Bener-bener setiap sudut direnovasi, sampe mau kebalik rasanya bola mata ngutak-atik html :I Yah, meskipun ga sempurna, tapi kini cantik lagiii. Lagian kamu jangan sempurna dulu yah, pemiliknya aja masih belum sempurna sebelum ketemu lelaki idaman *eehhh skip :p

Ngomong-ngomong soal lelaki idaman, siapa sih yang ga mau cepet-cepet ketemu jodohnya ya kaaan. Tapi jelas ga semudah ngedipin mata.

Menikah. Jengjeeeeng. Kata sakral, terutama bagi umuran macam gue ini. Beda-beda sih yah rencana setiap orang, cuma rasa-rasanya sebagian besar selesai lulus kuliah, pertanyaan yang paling mengganggu adalah, “Kapan nikah?” Yah mengganggu sih engga, cumaa, yaaa, gitu deh :I Dan di antara jawaban kebanyakan orang adalah, “Ah elo aja duluan, gue mah nanti-nantilah.” Tapi 99,9% dalem hatinya miris. Kepingin. Hahaha.

Untuk beberapa, err − ralat, yaa mungkin banyak orang juga yang menganggap pernikahan itu menakutkan. Entah itu karena denger desas desus, baca cerita, denger kisah orang lain, dan berbagai macam alasan yang melatarbelakangi ketakutannya.

Yaaa, gue pun sempet punya rasa takut seperti itu sih. Bukan takut, yaa mungkin waswas kali yah *sama aja :I Hmm habis gue liat kenyataan beberapa pasangan suami istri yang − hmm apa yah bahasa enaknya, bisa dikatakan tak seindah masa pacaran *ini sotoy :D Kita ambil satu kasus. Misal, ada seorang suami yang istrinya manjanyaaaaa luar biasa. Mengekang pula, pokoknya sifatnya ya ampuuun, bikin keki lahir batin. Ini cuma misaaal loh yah. Atau ada juga suami yang nyebelinnya bikin si istri karaokean, “Pulangkan saja aku pada ibuku atau ayahku. Uwouwo…” Hahaha anjrit lagunyaaa. Entah kenapa gue seneng banget sama uwouwo-nya lagu jadul. Sangat khas *eee melenceng. Yaa pokoknya seribu alasan yang membuat pernikahan adalah dunia asing yang terlihat – celeeeem :I

Tapi menurut gue itu bukan alasan sih yah untuk tetap berada di bawah kendali rasa takut. Namanya hidup yaa harus penuh seni. Ga bisaaaaaa tenang-tenang aja tanpa kegajluk-gajluk di tengah jalan, termasul soal cinta.

Gue pribadi sih dari dulu emang niatnya pingin nikah cepet, bukan karena ego apalagi trend. Siapa sih yang ga bahagiaa bangun tidur buka mata yang paling pertama diliat ya pendamping tercinta. Ibadah barengan, lagi masak digodain suami, terus becanda-becandaan deh, lempar-lemparan piso *loh kok jadi serem :D Yaaa pastilah ada api-api yang bikin suasana panas, tapi kalo deket terus mah, asupan cinta akan segera menjadi pemadam kebakaran kok hihihi.

Nikah takut susah?
Ah ga berasa susahnya kalo sama-sama.

Karena berdekatan dengan yang terkasih adalah sumber bahagia yang paling murni. Jelas. Tergantung orangnya sih yaaah, maka dari itu gue selalu menyanggah kalo dibilang terlalu selektif. Ini masalah pilihan hati dan sosok idaman, ga bisa asal terima. Urusan hidup dan mati *ngeluarin pedang, bergaya ala Pattimura :I

Ini juga soal perencanaan gen. Lahir batinnya sang buah hati ga terlepas dari apa yang ada dalam diri si orang tua. Ga mungkin gen tetangga nyangkut di anak lo kaaaan. Dan memang, yang ga kalah penting juga yaa soal pengolahannya. *ini anak apa daging sapi.

Udah ah serius. Hmm, setiap hati miliki sumber sinarnya masing-masing. Mencari sang sumber sinar itu sulit. Tapi pada waktu yang − yakinlah, sudah ditentukan, keduanya akan saling menemukan dan ditemukan. Bagaimanapun, Tuhan akan meneguhkan cinta pada setiap pasang yang ditakdirkan untuk saling mencuri hati, membagi hari, dan menikmati hidup dalam kebersamaan. Bagaimana indahnya saling mengingini dan dikuasai kekaguman yang mendarah daging. Ah, begitu hebat penciptaan Tuhan atas cinta :)

Iya, keduanya akan saling tak mampu melepas. Setiap hati pasti berbeda. Ada yang suka penyendiri, yang nakal, yang pemarah, yang ribet, yang artis dangdut, dan masih banyak yang yang yang lainnya :D Gue? Gue sukanya yang sholeh. Ganteng? Yaa maunya sih gantenglah, adem liat udah ganteng terus sholeh, unyu maksimal kalo kata anak twitter *dibaca twiderrr, r-nya samar, logat bule gitulah. Apalagi ditambah pinter, romantis, jarang marah, penyayang, kocak, setia, rendah hati, baik budi, teruuss… *lama-lama jadi pelajaran Kewarganegaraan ini ahaha.

Tarik napas dulu. Udaaah? Yuk lanjut.

Well, kalo belum ketemu sama sang jodoh idaman, yaa sing sabbbar yoo, tenang bae ulah panik *bahasa random. Jangan isi waktu menunggumu dengan kesia-siaan, percuma, apalagi yang (mungkin) nantinya akan mencipta sesal. Mampukanlah untuk meningkatkan diri dalam segala kebaikan, sekecil apapun. Kalo buat gue, itu hal terbaik yang bisa dilakuin. Toh kebaikannya bukan cuma untuk orang banyak, untuk hidup kita sendiri juga loh. Yaa kalo sekiranya emang iseng banget, buat cowok diperbolehkan kok kalo mau ngapalin ijab kabulnya dari sekarang. Cukup ujian sekolah aja yang sistem kebut semalam yah. Dan oyaa, sambil menunggu, yaa usaha juga dong ah, rejeki ga kucuk-kucuk dateng dengan sendirinya, harus dijemput juga. Berjuang untuk jodoh itu, terkenangnya sampe ubanan loh :)

Oke sudah tengah malam, takut berubah nih *lari dari istana ninggalin sepatu kaca :D

Disudahi dulu tulisan  malam ini, entah inspirasi darimana tetiba nulis soal nikah macem begini, semoga bermanfaaaat.


Cinta bukan hanya tentang rasa,
tapi bagaimana membagi dunia,
berdua,
selamanya.