About Me

Foto saya
Kota Kata, Alam Bawah Sadar, Indonesia
Beyond ur imagination.

Sang Penari Mimpi

Hidup itu penuh seni.
Tidak melulu lurus.
Tidak melulu berlari.
Sejenaklah berhenti.
Kemudian, berjalan lagi.

Seni itu proses.
Begitu merumit.
Begitu sulit terpahami.
Namun indahnya, akan kau syukuri di akhir nanti.

Tuhan berkuasa atas segala.
Lupakan ragu, hilangkan sendu, sematkan syahdu.
Setiap yang kau kira racun, pada akhirnya menjadi madu.

Lemah kuatnya hati membawamu menari.
Tersenyumlah.
Cara terbaik, menuai mimpi bagi setiap hari.




Kota Kata, 30 November 2012.
Tertanda,



Jessica Sundayany.

Followers

Rabu, 20 April 2011

prolog

Waaaah, lama banget ga nulis lagi. Kangen. Kangen. :)

Mulai menjajaki dunia ini (lagi) dengan sejumput cerita. Tidak penting untuk siapapun, kecuali kita :D

Alhamdulillah. Satu kata pertama yang mengurai seribu makna. Udah 3 bulan, kurang lebih, gue bareng dia lagi. Perasaan gue? Iyalah bahagiaaaa, hehe. Satu lagi, ga nyangka. Hmmm, banyak banget cerita yang udah lewat. Manis, pait, kadang asin :D


Sebuah lukisan tak akan tercipta tanpa adanya kanvas dan cucuran keringat.

Proses dari cuma curi-curi pandang, jaim, berharap, ikhlas, dideketin, eh jadian. Eh belum selesai. Terus happy-happy, patah hati, tawakal, eh, jadian (lagi) :D Eh masih belum selesai. Lillahita’ala untuk kedepannya. *kalo udah begini, gue dan dia pasti sama-sama speechless. hehe. Itu namanya proses Bung. Kayak kurva, naik turun. Iya gue akuin, di satu titik gue pernah ngerasa benci, tapi toh keadaannya tetap sama. Kondisi dimana gue dan dia sama-sama ga bisa saling ngelupain *ssaaah! :p


Di tempat itu, dimana kami banyak menghabiskan waktu, tiba-tiba airmata menetes perlahan. Seperti biasa, aku tak mampu menyuarakan kesakitan yang masih mengecup dahiku. Seakan mengerti, kamu memelukku dan berbisik, “maafin aku ya Sayang.” Tak tahu lagi harus berkata apa, kita cuma terdiam dan membiarkan semuanya mereda.

Bukan berarti segalanya berjalan lancar. Tetep aja ga mudah lupain apa yang udah tergores beberapa waktu yang lalu. Manusiawi untuk merasa sakit. Tapi gue usaha kok untuk melihat apa yang terjadi sekarang. Gue usaha untuk ngatasin sendiri kalo lagi labil, karena nambah beban pikirannya, sama aja nambah beban pikiran gue sendiri *gombal yaa :p Dan kalo liat titik kebenaran tentang perasaan gue dan dia, semua berangsur membaik. Dan semakin menjadi lebih baik dengan usaha dia. Jauh lebih baik. *ceritain ga yaah? Ah ga ah, malu. Haha :p

Gue nemuin dia-nya gue. Gue nemuin dia yang gue pikir ga akan ada lagi. Gue nemuin dia --- yang bahkan melebihi harapan yang pernah gue bangun :)

“Dulu aku bodoh banget.” Penggalan kata yang sampe sekarang gue inget banget. Asli. Dulu gue mikir itu cuma speak belaka. Cuma cara untuk dapetin gue lagi. *maaf yah sayaang, hehe. Tapi ngga. Tingkah lakunya, kesungguhannya, semuanya, nunjukkin kalo dia lagi usaha ngembaliin semuanya.

Semuanya jelas sekarang. Gue dan dia sekalipun ga pernah benar-benar meninggalkan semua yang udah dibangun bareng-bareng. Lebih tepatnya, ga pernah mampu. *ceilah :D

Ada satu ketika dimana dia nunjukkin semua yang masih dia simpen dengan rapi. Tiket-tiket bioskop, cd, struk belanja di tanggal kenangan, sampe koin satu-satunya. Gue pikir cuma gue yang masih nyimpen :D

Tapi ada yang lucu juga, sekarang dia jadi gampang khawatir dan cemburuan, hihi (seneng kok gw dia jadi gini hehe). Terus, sedikit-sedikit bilang, “Jaga selalu diri kamu dan hati kamu ayang :)” biasanya dia sembunyiin kalo cemburu, tapi sekarang dia jauh lebih nunjukkin kalo dia takut kehilangan gue, yaaa sama kayak gue yang takut kehilangan dia (lagi). Naudzubillahmindzalik, aah, tapi harus lillahita’ala jess :)

Seperti yang dia bilang, “Kamu semangat aku Baby.” Buat gue juga begitu. Salah satu semangat gue. Mama, dia, papa, dia, izzy, dia, a Vicky, dia, dia, dia. Pokoknya dia. Hehe. Kayak kemarin tuh, sebelum ujian dia nelponin guee terus. Nah gue lagi makan plus siap-siap kekampus juga. Kirain ada apaaa gitu penting banget, sempet-sempetnya mau ujian juga. Akhirnya pas gue angkat, dia bilang cuma butuh denger suara gue untuk semangat dia ujian hari itu. Oh my God :’)

Tanggal 16 April kemarin tepat setahunan. Hmm, sebenernya harusnya udah 1 tahun 8 bulan kalo diitung dari 28 Agustus hehe. Itu dia yang bikin anak-anak ngeledek gue. “Setahunan? Baru juga jadian, Jess.” Haha kurang ajiar. Tapi yang penting kualitas. Sumpah, ini jauh lebih dari dugaan gue. Semua hal kemarin sama-sama ngajarin banyak hal untuk gue dan dia. Semua hal kemarin bikin gw dan dia jauh lebih baik. Dan semua hal kemarin bantu menyadarkan, ternyata, cuma dia yang gue mau buat hidup gue. Begitupun sebaliknya, hehe.

Menyenangkan. Lebih banyak tawa dan canda dalam hari kita, meski tak dipungkiri cobaan pasti selalu ada. Dan kita sama-sama tau, akan datang cobaan yang lebih hebat saat kita mampu melewati satu bagian. Tapi bersamamu, semua akan terlewati. Bersamamu, ingin kuhabiskan sisa hidup dan mencoba untuk memperjuangkan satu sama lain.

Bersamamu, benar, aku bahagia.

Tatapan dan ucap rindumu untukku, begitu manis dan membuatku merona :)

Both of us know the detail.
It has power.
And it’s so beautiful.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar