About Me

Foto saya
Kota Kata, Alam Bawah Sadar, Indonesia
Beyond ur imagination.

Sang Penari Mimpi

Hidup itu penuh seni.
Tidak melulu lurus.
Tidak melulu berlari.
Sejenaklah berhenti.
Kemudian, berjalan lagi.

Seni itu proses.
Begitu merumit.
Begitu sulit terpahami.
Namun indahnya, akan kau syukuri di akhir nanti.

Tuhan berkuasa atas segala.
Lupakan ragu, hilangkan sendu, sematkan syahdu.
Setiap yang kau kira racun, pada akhirnya menjadi madu.

Lemah kuatnya hati membawamu menari.
Tersenyumlah.
Cara terbaik, menuai mimpi bagi setiap hari.




Kota Kata, 30 November 2012.
Tertanda,



Jessica Sundayany.

Followers

Sabtu, 31 Desember 2011

tidak lebih

“Key, kurang apalagi coba. Ganteng, rajin ibadah, manis banget pula sikapnya sama elo. Ih bingung gue”, lagi-lagi Egi berkicau tentang Banyu.

Aku hanya mampu berkata, “Lo pasti udah paham tanpa gue jelasin kan.”

Banyu adalah sesosok yang memang terlihat mengagumkan. Bukan hanya fisik, tetapi kelembutan dan cara berpikirnya mempesona. Ketika aku berada dalam putaran terbawah, ketika aku hanya mampu terbaring, ketika aku tak ingin lagi mengenal cinta, sosoknya sempat menarikku untuk menatapnya. Dia mengajakku memasuki dunianya, tapi aku hanya sebatas menyukainya, tidak lebih.

Dia membangkitkanku. Kami sama-sama gemar membaca. Berbincang tentang banyak hal yang bahkan sebelumnya tak terlintas untuk diperbincangkan. Tapi aku tahu, semakin jauh, aku hanya akan memperdaya pertemanan kami. Memang kami saling menyukai, tapi hatiku berkata, “Tujuan kita berbeda.”

Kini hatiku telah bernafas lagi, dan dia tahu itu. Dia menyuarakan sedihnya. Aku ingin selalu berteman dengannya. Aku menginginkan kebahagiaannya, tapi tidak jika yang dia inginkan keluar dari batas pertemanan.

***

Satu tahun berlalu. Kami menjalani rutinitas dalam dunia kami masing-masing. Memang tak pernah ada komunikasi intens sejak kali terakhir Banyu menyuarakan sedihnya. Sesekali kami berpapasan, tapi hanya senyum dan selebihnya tak pernah seperti dulu lagi. Memang harus begitu.

Suatu ketika aku pergi seorang diri, duduk dan hanya ditemani Pak Sapir, seorang tukang becak yang sudah tua. Dengan senyumnya yang keriput, beliau menghiburku dengan kelakar dan matanya yang jenaka.

“Sudah jangan terlalu dipikirkan. Neng itu luar biasa. Jaga saja kecantikan luar dalam yang Neng punya. Bapak penasaran, siapa anak muda yang beruntung banget bisa dapetin Neng ini. Kalau bapak bisa kembali muda, apapun pasti bapak lakuin untuk dapetin gadis kayak Neng ini”, ujar Pak Sapir dengan cengirnya yang menampakkan sisa-sisa giginya.

“Ah Bapak bisa aja. Itu terlalu menghibur lho Pak”, aku tersenyum.

Beliau berdiri dan bergaya layaknya model kelas dunia dan berkata, “Jangan salah lho, dulu Bapak itu lelaki paling guanteeng di Tasik, sikspek lagi kalo kata Ade Rai mah. Sayang aja sekarang ketutup sama keriput hahaha.” Beliau bergurau dengan logat sundanya.

Aku tertawa, “Iya Pak saya percaya.”

Tiba-tiba seseorang duduk di sebelahku. Aku menoleh dan terdiam.

“Apa kabar? Lama ga pernah sedeket ini lagi ya”, Banyu menyapaku dengan senyumnya yang khas.

“Lo ngapain disini?”, aku terperanjat.

“Galak banget, hehe. Tadi sempet liat lo jalan sendirian, yaudah gue ikutin aja. Hobi banget sih sendirian, emang ga takut diculik yah?”

Aku hanya tersenyum. Aku melihat Pak Yayan. Beliau tersenyum dan kembali menempati singgasananya, becak serba hijau yang beliau cat sendiri.

“Lagi sedih yah?”, Banyu kembali bertanya.

“Biasa aja, ini sebentar lagi mau pulang.”

“Hmm, kalo lo butuh seseorang untuk berkeluh kesah, atau sekedar denger lo cerita, lo tau gue bakal selalu ada buat lo. Dan itu bukan sekedar kata, lo tau itu, Key.”

“Nyu, jangan nyusahin diri lo sendiri. Lagian gue baik-baik aja kok.”

“Lo bilang lo paling ga suka bohong. Gue ga bisa terus diem cuma merhatiin lo dari jauh, apalagi tau lo lagi sedih. Ada gue, Key.”

“Maaf Nyu, lo tau keadaan ga akan pernah bisa kayak dulu. Gue milik orang lain dan kami saling sayang.”

“Kami… atau cuma elo, Key?”

“Lo jahat Nyu, gue mau pulang”, aku bergegas berdiri. Tapi Banyu menahanku.

“Key maaf, sumpah gue ga maksud ngomong begitu. Gue cuma ga suka liat lo begini.”

“Gue kan udah bilang baik-baik aja. Ini hidup yang gue jalanin dan lo juga punya hidup untuk lo jalanin.”

“Key, kenapa sih lo ga pernah mau ngasih gue kesempatan? Kita ga tau kalo kita ga nyoba kan. Apalagi dengan kondisi lo, lo tau gue bisa bikin lo bahagia.”

“Gue bahagia dengan hidup gue. Keluarga, temen, dan orang yang gue cinta. Dan kalo maksud lo nyuruh gue lari dari masalah, lo pun tau itu bukan penyelesaian. Gue yakin bisa ngatasin semuanya.”

Banyu menarik nafas panjang. Dia memainkan daun kering yang sedaritadi ia pegang. “Key, entah lo percaya atau ngga, gue tulus sayang sama lo.”

Aku terdiam. Sempat aku menatapnya karena berani mengatakan hal itu. Sedikit terhenyak, ternyata matanya berkaca-kaca. Untuk pertama kalinya ku lihat dia seperti ini. “Nyu, gue sangat menghargai semua yang pernah lo lakuin, bahkan ketika dulu lo bener-bener selalu bisa bangkitin semangat gue saat gue jatuh, dan emang gue pun suka sama kepribadian dan cara lo bikin gue tegar, tapi maaf, lo tau cuma sebatas teman posisi lo di mata gue. Makasih untuk rasa lebih yang lo punya, tapi gue ga bisa bales rasa tulus lo.”

“Jadi lo bener-bener ga mau coba, Key?”

“Sekarang gini ya Nyu. Saat lo punya pasangan yang lo sayang banget, terus ada orang lain yang coba dateng dan nawarin kebahagiaan, terus karena pasangan lo lagi cape sama hidupnya, dia lari dari komitmen dan cari kebahagiaan lain sama orang itu. Gimana rasanya Nyu? Sakit banget kan? Saling menghargai itu indah Nyu.”

Banyu terdiam. Akhirnya dia berkata, “Gue ngerti Key. Lo emang ga pernah berubah yah. Maafin ego gue. Ga seharusnya gue begini.”

“Lo belum bertindak lebih jauh kok. Kita ga bisa seperti dulu karena gue ga mau lo terus berharap. Semua tindakan pasti ada balesan Nyu, entah itu baik ataupun ngga. Kalo lo tetep berpegang kesana, hidup lo pasti lebih indah Nyu. Maaf ga maksud sok bijak.”

“Kalo gue ga ketemu langsung, gue ga akan percaya ada wanita seperti lo Key…”

“Makasih Nyu. Hmm, lo pantes dapetin yang bisa bales rasa sayang lo, tapi bukan gue karena lo tau siapa yang ada di hati gue. Maaf dan makasih untuk semuanya Nyu. Semoga lo ngerti ya.”

“Hmm, gue doain yang terbaik untuk lo Key… Maaf dan makasih juga, Keyla…”

“Gue doain juga untuk lo Nyu. Yaudah gue mau pulang, lo juga lebih baik pulang aja.”

“Gue anter sekali ini aja?”

“Gue bisa sendiri Nyu.” Aku tersenyum dan itu kata terakhir yang ku ucap padanya.

Memang aku pernah menyukainya, tapi tak pernah mendekati kata cinta yang ku punya untuk seseorang yang memang sejak dulu bertahta dalam hatiku ~

dedicated for @hurufkecil #cumanaksirunite

Rabu, 23 November 2011

surat kecil untukmu, keseribu kalinya :)


[Ini dia teks proklamasi kemarin :')]

22 November 2011, susunan angka dan abjad istimewa dalam hidupmu. kamu, yang begitu istimewa untukku :)

selamat ulang tahun lelaki kecintaanku, hehe.
teruntai seribu harap dan meski hanya beberapa diantaranya yang mampu ku ucap, tulusku terangkum untuk bahagiamu selalu, sayang.

segalanya ku sembahkan dalam sujudku agar doa tentang kebahagiaan dunia akhirat untukmu sampai di langit tertinggi, amin ya Allah.

kamu sudah tau apa yang telah tertanam sejak lama dan begitu dalam, tapi sungguh tak akan pernah bosan aku berbisik padamu, bahwa aku begitu mencintaimu.

terkadang tanya mengapa tak miliki jawab karena. seakan kalimat itu menggambarkan rasa ini. yang dalam pola kalimatnya kata mengapa akan terletak di awal kalimat, seperti, "Mengapa aku begitu mencintaimu?" atau "Mengapa aku semakin mencintaimu?" atau "Mengapa aku tak mampu menghentikan harapku untuk selalu bersamamu?". dan sudah terbukti bukan, tanya mengapa, terkadang, tak miliki jawab karena :)

hal yang selalu patut kita pahami, sayang. cinta bukan hanya tentang keindahan belaka. tapi juga tentang kesedihan, rasa sakit, dan air mata. karena perjuangan selalu terselip dalam setiap proses perjalanan kita. cinta itu sebuah pencitraan tentang kasih sayang, ketulusan, dan rasa ikhlas. bukan dalam waktu singkat kita mampu mencapai nilai-nilai tersebut, tetapi segalanya telah membawa kita hingga kini mampu, setidaknya, mendekati hal-hal tersebut. rasa syukur dan doa mengiringi pencapaian itu, pencapaian kita.


hmm, aku termenung. betapa berarti dirimu untukku. aku ingin selalu bersamamu, menata kebaikan dan berjalan pada cintaNya, menapaki laman-laman kehidupan sampai waktunya tiba, dalam putaran tawa dan duka. karena sungguhpun kekhilafan singgah diantara kita, memaafkan akan selalu ku cipta, karena teramat tak ingin ku lihat ketiadaanmu, lelakiku.

tahukah sayang? rindu ini tak pernah hilang bahkan saat kamu disisiku. betapa tatap matamu merantai cintaku. hanya milikmu. ya, kamu sayang, sosok lelaki yang takkan pernah letih ku perjuangkan. dengan izin Allah tentunya.

mungkin batas manusia membuat kita, satu sama lain, tak selalu memberi yang terbaik dalam tiap detik nafas yang berhembus. karena itu adalah kemampuanNya. akan tetapi, aku meyakini kamu dan aku ingin selalu mengusahakannya. bila 100% adalah tingkat pencapaian maksimal, akan kulakukan 199%. untukmu, keseribu kalinya. dengan melakukan usaha sebaik-baiknya dari yang terbaik, insya Allah tak akan tercipta sesal jika takdir Tuhan memanggilmu.

badai besar akan selalu ada dalam liku hidup kita. bersamamu, ku jelang segalanya dengan langkah sigap. semoga kebaikan dan rasa syukur menuntun jalan kita.

sekali lagi, segalanya ku sembahkan dalam sujudku agar doa tentang kebahagiaan dunia akhirat untukmu sampai di langit tertinggi, amin ya Allah.


selamat ulang tahun lelaki kecintaanku. untukmu, keseribu kalinya.


I do love you my awesome Rizky Hilmawan, always :)

Senin, 16 Mei 2011

thirteenth




tak sekedar belaka.

ucapku mencinta.

nadiku merindu.

tatapku mendamba.

rengkuh ini memiliki waktu tanpa hingga.


kita telah berkuda.

menyapa perbukitan dalam empat musim.

membaca rasi bintang dan perputaran bulan matahari.

dan kita masih saja berkuda.




dingin.

lelah.

kelam.

kemudian diam.


aral takkan pernah puas menghadang.

tapi kita masih saja berkuda.

karena dalam linang, tawa, ataupun luka.

kau dan aku berjanji tentang rasa.

kau dan aku berbisik tentang makna.

kau dan aku berdoa tentang harap.

kita akan terus berkuda.
dan memiliki rengkuh ini dalam waktu tanpa hingga.


*film 13 di anniv bulan ke-13
(bukan sekedar kebetulan semata)
^^"

Senin, 09 Mei 2011

tawa, tuan, dan si nona


Anda membuat hati saya bergetar Tuan.
marilah datang ke gubuk saya.
disini ada pelangi.
satu set kursi kayu.
dua cangkir teh.
dan roti cokelat siap santap.

mungkin sesekali akan terdengar geliat tawa mereka.
ya.
bocah lugu yang berlari melintas angin.
seperti Anda, Tuan.
mereka senang memacu bola.

dan seperti Anda, Tuan.
yang menginspirasi imaji si nona bergaun putih.





setiap hari adalah tawa dan kejutan.
:)

Kamis, 05 Mei 2011

bebas dari perompak Somalia :D

tentang hati.
tentang manusia.
tentang hidup.

tentang teka-teki.
juga pesonanya.

makna dan butir nyata.
kebesaranMu.
cintaMu.
tanpa lelap.

tanpa memilih.

Tuhan.
terima kasih.
terima kasih.


*terima kasih ya Allah, Engkau mengembalikan mereka kepada keluarga mereka.
*para perompak Somalia, "jangan jahat lagi yaa, Tuhan itu baik."
:)

Sabtu, 23 April 2011

sempatkan aku

"temen mama banyak yang ninggal. mama jadi takut."
Rata Penuh
nyokap gue hobi becanda. tapi kali ini gue ga ketawa denger candaan si mama. ngerii yang ada. ya Allah :I

hmm, setiap orang punya takdir umur yang beda-beda, itu jelas. dan waktunya? yah lebih jelas lagi ga ada yang tau.

banyak orang meratap karena diputusin pacar. *beli kaca jess yang gede! ahaha iya iyaa, dulu gue juga sedih. ah tapi kan manusiawi asal ga berkelanjutan :p *tetep ya bela diri. uwis, lanjut. yaa coba mikir. lebih banyak hal yang bisa bikin kita lebih kehilangan.

ambil contoh yang paling serem. paling ekstrem. kehilangan nyokap atau bokap lo *merinding nulisnya. bukan karena tengah malem. bukan juga karena ac kamar bikin menggigil. tapi sedih tau, tapi gue lagi pengen bahas ini. tapi.. tapi.. *ayoo, mulai sinetron deh :p

hmm, dialog tadi terjadi beberapa hari yang lalu. tapi sampe sekarang efeknya berasa banget. sebenernya agak sering juga sih ya gue inget hal kayak beginian. misal: lagi mau berangkat kekostan, cium tangan, cipika cipiki, liat garis wajah mama yang semakin terlihat berumur meski tampak belasan tahun karena senyum mulu pamer gigi hihi, tetep aja mikir, "how old you are Mam." (maaf untuk papa-papa di dunia jangan tersinggung karena ga dibahas, mumpung hari kartini juga, ngalah aja deh ya. sebenernya sama aja untuk kalian juga, tapi lagi pengen spesial mama, jadi.. *eh udah-udah, kepanjangan) :D

"apa sih yang udah gue lakuin untuk mama?"

meski mama bilang bangga sama gue, blablabla segala macem, tetep sebelum gue bisa jadi orang sukses, sebelum gue bisa biayain beliau pergi haji, sebelum gue bisa ngasih hadiah mobil buat kado ulang tahunnya, gue belum ngerasa ngasih sesuatu buat beliau.

ada teori gini. cukup belajar yang rajin, nurut sama orang tua, dan segala macemnya yang kalo ditulis bakal ngalahin panjangnya leher jerapah. teori itu emang bakal bikin mama ngerasa anaknya udah bisa ngebales apa yang beliau korbanin selama ini dan waktu-waktu kedepan sampe anaknya udah bisa mandiri. gue ga bilang itu salah. itu bener. banget. tapi gue mikir itu prosesnya sampe gue bisa ngelakuin sebaliknya. gue yang nyenengin mama. gue yang menuhin kebutuhan beliau, ngerawat beliau, dan segala macemnya.

itu bukan masalah ngasih materi, tapi sukses ga nya gue yang jadi taruhan mampu ga gue ngebales semua yang udah mama lakukan dan berikan.

terlepas dari sesukses apapun gue dan semampu apapun gue nyenengin mama, emang ga akan pernah bisa ngebales kasih sayang beliau dari mulai gue nyanyi oaa oaa sampe gw bener-bener bisa mandiri seutuhnya. tapi seenggaknya, gue berhasil. itu mimpi tertinggi yang gue taroh diatas mimpi-mimpi lainnya untuk sampai tertulis di buku takdir Tuhan untuk hidup gue. amin ya Allah.

hmm, tapi mampukah gue?

yang jelas, salah satu doa harian gue sehabis shalat yaitu:

"ya Allah, Tuhanku Yang Maha Agung. mampukan aku untuk membahagiakan mama. dan sempatkan waktuku untuk melihat senyum bangganya padaku. linang airmatanya untuk kesuksesanku sebagai kebanggaannya. kumohon Tuhanku."

gue berbisik, "sempatkan waktuku sebelum ajalnya, atau bahkan ajalku. kumohon."

kan, gini aja udah seret tenggorokan. ah udahan ah sedih, ahaha.
Tuhan kumohon, sempatkan aku.

great love for my great mom.
*hug :)

Rabu, 20 April 2011

prolog

Waaaah, lama banget ga nulis lagi. Kangen. Kangen. :)

Mulai menjajaki dunia ini (lagi) dengan sejumput cerita. Tidak penting untuk siapapun, kecuali kita :D

Alhamdulillah. Satu kata pertama yang mengurai seribu makna. Udah 3 bulan, kurang lebih, gue bareng dia lagi. Perasaan gue? Iyalah bahagiaaaa, hehe. Satu lagi, ga nyangka. Hmmm, banyak banget cerita yang udah lewat. Manis, pait, kadang asin :D


Sebuah lukisan tak akan tercipta tanpa adanya kanvas dan cucuran keringat.

Proses dari cuma curi-curi pandang, jaim, berharap, ikhlas, dideketin, eh jadian. Eh belum selesai. Terus happy-happy, patah hati, tawakal, eh, jadian (lagi) :D Eh masih belum selesai. Lillahita’ala untuk kedepannya. *kalo udah begini, gue dan dia pasti sama-sama speechless. hehe. Itu namanya proses Bung. Kayak kurva, naik turun. Iya gue akuin, di satu titik gue pernah ngerasa benci, tapi toh keadaannya tetap sama. Kondisi dimana gue dan dia sama-sama ga bisa saling ngelupain *ssaaah! :p


Di tempat itu, dimana kami banyak menghabiskan waktu, tiba-tiba airmata menetes perlahan. Seperti biasa, aku tak mampu menyuarakan kesakitan yang masih mengecup dahiku. Seakan mengerti, kamu memelukku dan berbisik, “maafin aku ya Sayang.” Tak tahu lagi harus berkata apa, kita cuma terdiam dan membiarkan semuanya mereda.

Bukan berarti segalanya berjalan lancar. Tetep aja ga mudah lupain apa yang udah tergores beberapa waktu yang lalu. Manusiawi untuk merasa sakit. Tapi gue usaha kok untuk melihat apa yang terjadi sekarang. Gue usaha untuk ngatasin sendiri kalo lagi labil, karena nambah beban pikirannya, sama aja nambah beban pikiran gue sendiri *gombal yaa :p Dan kalo liat titik kebenaran tentang perasaan gue dan dia, semua berangsur membaik. Dan semakin menjadi lebih baik dengan usaha dia. Jauh lebih baik. *ceritain ga yaah? Ah ga ah, malu. Haha :p

Gue nemuin dia-nya gue. Gue nemuin dia yang gue pikir ga akan ada lagi. Gue nemuin dia --- yang bahkan melebihi harapan yang pernah gue bangun :)

“Dulu aku bodoh banget.” Penggalan kata yang sampe sekarang gue inget banget. Asli. Dulu gue mikir itu cuma speak belaka. Cuma cara untuk dapetin gue lagi. *maaf yah sayaang, hehe. Tapi ngga. Tingkah lakunya, kesungguhannya, semuanya, nunjukkin kalo dia lagi usaha ngembaliin semuanya.

Semuanya jelas sekarang. Gue dan dia sekalipun ga pernah benar-benar meninggalkan semua yang udah dibangun bareng-bareng. Lebih tepatnya, ga pernah mampu. *ceilah :D

Ada satu ketika dimana dia nunjukkin semua yang masih dia simpen dengan rapi. Tiket-tiket bioskop, cd, struk belanja di tanggal kenangan, sampe koin satu-satunya. Gue pikir cuma gue yang masih nyimpen :D

Tapi ada yang lucu juga, sekarang dia jadi gampang khawatir dan cemburuan, hihi (seneng kok gw dia jadi gini hehe). Terus, sedikit-sedikit bilang, “Jaga selalu diri kamu dan hati kamu ayang :)” biasanya dia sembunyiin kalo cemburu, tapi sekarang dia jauh lebih nunjukkin kalo dia takut kehilangan gue, yaaa sama kayak gue yang takut kehilangan dia (lagi). Naudzubillahmindzalik, aah, tapi harus lillahita’ala jess :)

Seperti yang dia bilang, “Kamu semangat aku Baby.” Buat gue juga begitu. Salah satu semangat gue. Mama, dia, papa, dia, izzy, dia, a Vicky, dia, dia, dia. Pokoknya dia. Hehe. Kayak kemarin tuh, sebelum ujian dia nelponin guee terus. Nah gue lagi makan plus siap-siap kekampus juga. Kirain ada apaaa gitu penting banget, sempet-sempetnya mau ujian juga. Akhirnya pas gue angkat, dia bilang cuma butuh denger suara gue untuk semangat dia ujian hari itu. Oh my God :’)

Tanggal 16 April kemarin tepat setahunan. Hmm, sebenernya harusnya udah 1 tahun 8 bulan kalo diitung dari 28 Agustus hehe. Itu dia yang bikin anak-anak ngeledek gue. “Setahunan? Baru juga jadian, Jess.” Haha kurang ajiar. Tapi yang penting kualitas. Sumpah, ini jauh lebih dari dugaan gue. Semua hal kemarin sama-sama ngajarin banyak hal untuk gue dan dia. Semua hal kemarin bikin gw dan dia jauh lebih baik. Dan semua hal kemarin bantu menyadarkan, ternyata, cuma dia yang gue mau buat hidup gue. Begitupun sebaliknya, hehe.

Menyenangkan. Lebih banyak tawa dan canda dalam hari kita, meski tak dipungkiri cobaan pasti selalu ada. Dan kita sama-sama tau, akan datang cobaan yang lebih hebat saat kita mampu melewati satu bagian. Tapi bersamamu, semua akan terlewati. Bersamamu, ingin kuhabiskan sisa hidup dan mencoba untuk memperjuangkan satu sama lain.

Bersamamu, benar, aku bahagia.

Tatapan dan ucap rindumu untukku, begitu manis dan membuatku merona :)

Both of us know the detail.
It has power.
And it’s so beautiful.