Cinta adalah sumber hidup. Ragam dalam dunia agar berwarna. Kebanyakan orang meyakini warna hidup terdapat pada merah, kuning, hijau, pun warna cerah lain. Kebanyakan orang lupa, hitam dan abu-abu juga merupakan warna.
Kebanyakan orang berharap... warna hidup hanya ada ketika kita bahagia. Padahal, rasa sakit itu sendiri adalah warna. Keduanya berdampingan; memberi memori, mengajari, dan mewarnai.
Cinta. Satu hal yang terpikir ketika saya melihat sepasang pengantin. Pikiran saya akan melayang kepada bagaimana kiranya mereka mulai saling menjatuhkan hati. Seperti apa jatuh bangun keduanya dalam mempertahankan. Dan setelah segala, kuat cinta menjatuhkan pilihan untuk selalu meyakini, lalu kemudian membagi hidup berdua.
Lalu saya menatap lekat pengantin wanita. Rona haru pun bahagia membuncah. Ah, saya dapat merasakan diri saya berada di sana. Suatu saat, suatu saat...
Menjadi pengantin wanita adalah pilihan hidup yang sama sekali berbeda dibanding pilihan hidup lain. Karena menjadi seorang pengantin wanita, artinya menyerahkan tidak hanya hati, tapi juga kesiapan untuk mendampingi, melindungi, dan mematuhi suami.
Duduk di sana, di sisi sang suami, artinya merelakan segala hidup untuk dibagi. Merelakan hati merasa bahagia dan terluka untuknya. Merelakan masa lalunya untuk diterima, masa kini dinikmati, dan masa depan dalam perencanaan bagi keluarga kecil yang akan dijalani.
Bagaimana seorang pengantin wanita berbahagia di sisi sang tercinta, begitu pula ia seharusnya akan selalu mencium tangan suaminya seperti apapun kehidupan membawa keduanya.
Bagaimana seorang pengantin wanita memahami, akan ada manusia-manusia baru dalam kehidupannya, dalam hubungan lebih dekat. Keluarga baru dalam cerita hidupnya, pun anak-anak yang akan lahir dari rahimnya. Manusia-manusia baru yang seharusnya juga ia cintai. Dan seharusnya pula ia berikan hal- hal terbaik bagi mereka.
Menjadi seorang pengantin wanita bukan kehidupan baru, melainkan meneruskan hidup. Hanya saja, ada seorang laki-laki yang melengkapi. Saling menuntun dan melanjutkan untuk selalu menjadi lebih baik satu sama lain.
Memutuskan menjadi seorang pengantin wanita sama sekali tidak sulit, ketika lelaki yang ia yakini telah dengan berani menyatakan dan meminta. Cukup katakan ya, dan ia telah memilih kehidupan yang lebih berwarna untuk dijalani.
Cukup diingat, warna adalah tentang terang pun pekat. Tapi percayalah, hidup bersama orang dan mereka yang kita cintai, adalah sebenar-benarnya cara menjalani hidup lebih baik.
Hanya sepasang pengantin yang memahami bagaimana cara menjalani hidup, yang akan bertahan hingga hanya perhentian nafas memisahkan.
Hanya sepasang pengantin yang saling menerima apapun dan bagaimanapun, tidak hanya saat itu, tapi juga di waktu-waktu selanjutnya, yang akan dimampukan saling menjaga hati dan diri masing-masing dari noda.
Karena hanya sepasang pengantin yang kekal cinta keduanya semasa hidup, yang tak ingin saling mengganti, yang akan kembali dipertemukan sebagai kesempurnaan dalam abadinya keindahan surga Illahi. Wallahua'lam bishawab. Insya Allah.
Semoga kita semua termasuk manusia-manusia yang tahu bagaimana cinta seharusnya berlaku. Dan mari mendoakan satu sama lain.
:)
